Halmaheranesia – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate mencatat sedikitnya delapan kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kota Ternate selama sepekan terakhir.

Berdasarkan laporan resmi yang diterima halmaheranesia, rangkaian kebakaran tersebut terjadi sejak tanggal 31 Maret hingga 6 April 2026. Lokasi kejadian tersebar di sejumlah kelurahan, di antaranya Kelurahan Bastiong, Mangga Dua, Takoma, Ngade, Stadion, Maliaro, hingga Kelurahan Jati.

Selain itu, kebakaran juga melanda sejumlah objek yang berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Kota Ternate, di antaranya tiga unit rumah warga, satu warung makan, dua bangunan kios, satu bengkel, alang-alang dan tempat sampah, serta satu gardu PLN di area bangunan kantor.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate, Naim Syaraf, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dugaan penyebab kebakaran paling dominan berasal dari korsleting listrik, kompor, serta faktor kelalaian manusia saat melakukan pembakaran di lingkungan sekitar.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama karena kondisi cuaca di Ternate saat ini sedang memasuki musim panas.

“Yang terbaru tadi di Kantor Badan Pusat Statistik Maluku Utara nyaris terbakar akibat korsleting gardu PLN di area bangunan kantor. Untungnya kami bergerak cepat menggunakan empat APAR milik kantor BPS,” ujar Naim Syaraf, Senin, 6 April 2026.

Terpisah, Kepala Seksi Humas Polres Ternate, Ipda Sudirjo, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi di beberapa lokasi.

“Untuk memastikan penyebab kebakaran secara otentik harus melibatkan tim ahli, sehingga saat ini kami sedang berupaya berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik dari Polda Sulawesi Utara,” tandasnya.

Bagikan:

Musmaulana

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *