Halmaheranesia – Kota Ternate terus mematangkan kesiapan sebagai tuan rumah Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2026. Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah konten kampanye Ternate sebagai Kota Rempah.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan kesiapan menjelang pelaksanaan JKPI terus dimaksimalkan oleh Pemerintah Kota Ternate. Sejumlah konten unggulan tengah dibahas agar penyelenggaraan di Ternate memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan daerah lain.
“Kita sudah komunikasi dengan Pak Nanang Asfarinal, Direktur Eksekutif JKPI, terkait kesiapan Pemkot Ternate sejauh ini,” kata Rizal, Jumat, 10 April 2026.
Ia menjelaskan, beberapa konten unggulan yang disiapkan berkaitan dengan kampanye Ternate sebagai episentrum kota rempah dunia. Konsep tersebut nantinya akan ditampilkan di hadapan para tamu dari berbagai daerah yang hadir.
“Salah satu kontennya adalah simposium Ternate sebagai Kota Rempah. Jadi konsepnya mengembalikan kejayaan Ternate sebagai Kota Rempah dunia,” ujarnya.
Menurut Rizal, sebanyak 99 kota anggota JKPI dipastikan akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Saat ini, pemerintah kota terus melakukan konfirmasi dan pendataan kehadiran para delegasi.
“Keanggotaan JKPI itu sekitar 99 kota, jadi dipastikan mereka semua akan hadir,” jelasnya.
Selain itu, kesiapan akomodasi juga telah dikoordinasikan dengan sejumlah hotel di Ternate. Beberapa di antaranya bahkan sudah menerima pemesanan dari tamu yang akan datang.
“Untuk hotel juga kami sudah konfirmasi. Bahkan ada yang sudah booking secara online. Jadi insyaallah kita sangat siap,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagai tuan rumah JKPI 2026, Ternate dinilai memiliki nilai historis yang kuat sebagai pusat perdagangan rempah dunia sejak masa lampau.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan kota-kota pusaka, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Ternate untuk memperkuat identitasnya sebagai kota bersejarah sekaligus destinasi budaya di Indonesia.





