Halmaheranesia — Dunia pendidikan Provinsi Maluku Utara kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dua siswi berprestasi asal Kabupaten Halmahera Timur sukses menyabet dua penghargaan bergengsi, yakni Gold Award dan Best Poster, pada ajang Terengganu International Science Fair 2026 yang berlangsung di University Malaysia Terengganu, 16–20 April 2026.

Kedua siswi SMAN 2 Halmahera Timur tersebut, Wibi Hamidah dan Sitti Namira Said, membawa karya inovatif di bidang pertanian berjudul “Application of Banana Peel Extract-Enriched Biomulch for Enhancing Growth and Pest Resistance in Optimizing Nutmeg Cultivation.”

Inovasi ini berfokus pada pemanfaatan ekstrak kulit pisang yang diolah menjadi biomulsa organik untuk meningkatkan pertumbuhan serta ketahanan terhadap hama pada tanaman pala—komoditas unggulan daerah mereka.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah kulit pisang yang selama ini terbuang sia-sia. Dengan bantuan pati singkong sebagai bahan pengikat, Wibi dan Sitti berhasil menciptakan mulsa organik ramah lingkungan. Berbeda dengan mulsa plastik sintetis yang sulit terurai, biomulsa ini dapat menyatu dengan tanah serta memberikan perlindungan hayati bagi perakaran tanaman.

Guru pembimbing tim, Kaspia, mengaku bangga dan terharu atas pencapaian luar biasa anak didiknya. Menurutnya, kemenangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi siswa di daerah untuk bersaing secara global.

“Prestasi ini adalah buah dari ketekunan siswa dalam melihat potensi limbah di sekitar. Inovasi biomulsa ini tidak hanya sekadar teori, tetapi solusi nyata bagi petani pala. Memenangkan Gold Award dan Best Poster di ajang internasional TISF 2026 membuktikan bahwa riset anak bangsa mampu bersaing dan diakui secara global,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Sekolah, Syamsulrijal A. Gani, yang terus mendorong budaya riset di lingkungan sekolah. Prestasi berskala internasional ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pelajar lain di Maluku Utara untuk terus berinovasi.

Kesuksesan delegasi Halmahera Timur ini turut didukung oleh sejumlah mitra strategis, di antaranya PT Rumah KIR Indonesia, PT Antam Tbk, dan PT Arumba Jaya Perkasa.

Ajang TISF sendiri merupakan kompetisi sains berbasis STEM tingkat internasional yang diikuti oleh berbagai negara. Dengan tema “Exploring Science Beyond Horizons for a Sustainable Blue & Green Future,” inovasi biomulsa dari siswi Halmahera Timur ini dinilai relevan dengan upaya pelestarian lingkungan serta keberlanjutan sektor pertanian global.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *