Halmaheranesia – Puluhan pedagang daun pandan di Pasar Gamalama, Kota Ternate, yang sebelumnya ditertibkan dan dipindahkan ke area Kelurahan Kampung Makasar, menggelar aksi blokade jalan di depan Pasar Gamalama pada Jumat, 24 April 2026.
Mereka menilai penertiban pasar yang dilakukan oleh pemerintah kota tidak tepat dan merugikan sejumlah pedagang daun pandan.
Berdasarkan pantauan halmaheranesia, terlihat sejumlah dagangan dihamburkan ke jalan utama Pasar Gamalama. Dalam aksi ini, mereka juga didukung oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD).
Mereka mengaku, kebijakan pemerintah kota yang memindahkan pedagang ke lokasi yang kurang layak di Kelurahan Kampung Makasar Timur membuat sejumlah pedagang tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.
Aminah Ismail, seorang pedagang mengatakan, terdapat sekitar 50 pedagang yang direlokasi ke Kelurahan Kampung Makasar Timur. Menurutnya, lokasi tersebut tidak layak untuk berdagang dan tidak bisa dijadikan sebagai pasar.
“Itu kan kelurahan, bukan pasar. Masa torang (kita) dipindahkan ke situ, tempatnya seperti sampah dan dipenuhi kotoran kucing. Bahkan hari ini semua pedagang pondak tidak mendapat keuntungan sama sekali, tidak ada satu pembeli,” tegas Aminah kepada halmaheranesia.
Aminah menegaskan, dirinya tidak menolak kebijakan pemindahan lokasi. Namun, menurutnya lokasi tersebut seharusnya berada di lingkungan pasar, bukan di luar area pasar.
“Coba bayangkan, pondak torang beli Rp200 ribu, tapi hari ini tidak ada yang beli. Dari pengelola pasar juga menyarankan torang hanya berjualan empat hari, mulai dari Kamis sampai Minggu. Lalu tiap hari kebutuhan anak kami mau pakai apa,” jelasnya.
Hingga berita ditayangkan, Pemerintah Kota Ternate belum tiba di lokasi pasar untuk melakukan pertemuan dengan para pedagang yang menggelar aksi di depan Pasar Gamalama.





