Halmaheranesia — Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, pada Sabtu, 2 Mei 2026 meninjau sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi wisata yang rencananya akan dibangun pemerintah daerah ke depan.
Sejumlah lokasi tersebut di antaranya lintasan sirkuit Selawaring Rum, Tanjung Rum Bune di Kelurahan Rum Balibunga, Benteng Cobo di Kelurahan Jiko Cobo, serta Pantai Jiko Cobo.
Muhammad Sinen menegaskan, peninjauan lokasi wisata ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, Tidore tidak memiliki sumber daya alam seperti tambang emas, nikel, atau batu bara yang bisa diandalkan. Karena itu, potensi wisata dinilai sebagai “tambang” baru yang harus dikelola secara serius tanpa merusak lingkungan.
“Tidore ini tidak punya sumber daya alam yang menjanjikan seperti di sektor pertambangan. Jadi kita harus kembangkan potensi wisata sebagai kekuatan utama pendapatan daerah,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat lokasi, tetapi merupakan bagian dari pemetaan dan perencanaan strategis pemerintah daerah ke depan.
“Kondisi Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang turun drastis membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif dan inovatif untuk mengelola serta meningkatkan sumber PAD,” kata Muhammad Sinen.
Muhammad Sinen menjelaskan, sejumlah kawasan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, mulai dari wisata bahari, sejarah, budaya hingga wisata pegunungan, seperti Kalaodi, Gura Bunga, Fobaharu, serta Maitara.
Selain itu, kata dia, wilayah lain seperti Rum, Akesahu, hingga kawasan dataran Oba juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan.
“Kalau pemerintah sudah mulai dan informasi ini disebarluaskan, saya yakin investor dan wisatawan akan tertarik datang ke Tidore,” sambungnya.
Ia menambahkan, peluang investasi di sektor pariwisata cukup besar. Namun, pemerintah daerah harus mengambil langkah awal untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki.
“Kami membuka peluang bagi semua investor. Perizinan dan lain sebagainya akan dipermudah tanpa pungutan. Tidak ada biaya sebelum pembangunan dimulai, semuanya gratis,” tegasnya.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan pun menargetkan pada tahun 2027 arah pembangunan daerah akan difokuskan pada sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi.
“Maka saya yakin kalau pariwisata kita fokuskan, ke depan PAD Tidore akan semakin baik. Saya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk ikut terlibat mempromosikan potensi daerah melalui media sosial,” pungkasnya.





