Halmaheranesia — Komisi II DPRD Kota Ternate mendorong adanya pemutihan tunggakan utang bawaan Kadaton Kesultanan Ternate di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale yang hingga kini belum terselesaikan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Ade Rahmat Lamadihami, mengatakan tunggakan rekening air milik Kadaton Kesultanan Ternate tercatat mencapai ratusan juta rupiah dan tersebar pada tiga rekening meteran.
“Utang tersebut terbagi dalam tiga nama rekening, yakni Museum I Kadaton sebesar Rp1.570.946.000 dengan tunggakan selama 171 bulan,” kata Ade, Kamis, 21 Mei 2026.
Selain itu, terdapat tunggakan Museum II sebesar Rp2.274.040.000 dengan masa tunggakan 136 bulan, serta rekening Sunyie Ici sebesar Rp41.570.000 dengan tunggakan selama 46 bulan.
Ade menegaskan, Kadaton Kesultanan Ternate merupakan situs cagar budaya yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah daerah, termasuk dalam penyelesaian pembayaran layanan air bersih.
“Dari pihak Kadaton Ternate memang sudah digratiskan. Artinya, pihak kadaton tidak membayar langsung, tetapi dibayarkan oleh Pemkot melalui dinas terkait,” ujarnya.
Namun, menurut Ade, persoalan muncul karena Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan saling menunggu terkait instansi yang bertanggung jawab melakukan pembayaran, sehingga tunggakan terus menumpuk di pihak Perumda Ake Gaale.
“Kami di Komisi II DPRD berharap Perumda Ake Gaale dapat melakukan pemutihan terhadap utang Kadaton, apalagi kadaton ini merupakan situs budaya. Selain itu, Aer Santosa juga menjadi salah satu sumber mata air yang disalurkan kepada pelanggan,” jelasnya.
Ia juga meminta Kuasa Pemilik Modal (KPM), dalam hal ini Wali Kota Ternate, dapat mencari solusi agar persoalan tunggakan tersebut tidak terus menjadi beban setiap tahun.
Menurut Ade, di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, langkah pemutihan dinilai lebih realistis demi menjaga tertib administrasi.
“Kami berharap ada solusi, sebab dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini sangat sulit mengharapkan pelunasan seluruh tunggakan,” katanya.
Ade menambahkan, keberadaan Kadaton Kesultanan Ternate sebagai situs budaya dan simbol sejarah daerah perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Bagaimanapun juga, kadaton adalah situs budaya yang memiliki nilai historis dan memang harus diperhatikan pemerintah. Tidak enak juga kalau terdengar kadaton menunggak,” pungkasnya.





