Halmaheranesia – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp324,73 miliar atau 33,16 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang ditetapkan sebesar Rp979,02 miliar hingga 23 Juni 2026.

Sementara itu, realisasi belanja daerah pada semester pertama baru mencapai Rp283,83 miliar atau 29,08 persen dari total anggaran sebesar Rp976,02 miliar.

Data dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Konsolidasi Pemerintah Kota Ternate Tahun Anggaran 2026 menunjukkan kondisi keuangan daerah yang masih berimbang antara pendapatan dan belanja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKAD Kota Ternate, Amiruddin Abd. Hamid, mengatakan pendapatan daerah Kota Ternate masih didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya yang mencapai Rp265,61 miliar atau 32,69 persen dari target Rp812,33 miliar.

“Kontribusi terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan realisasi Rp254,64 miliar atau 46,55 persen dari pagu anggaran sebesar Rp546,95 miliar,” ujar Amiruddin, Selasa, 23 Juni 2026.

Sementara itu, lanjut dia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru terealisasi sebesar Rp59,12 miliar atau 37,02 persen dari target Rp159,69 miliar. Dari sektor PAD, penerimaan terbesar berasal dari pajak daerah yang mencapai Rp45,41 miliar atau 44,50 persen dari target Rp102,03 miliar.

Menurut dia, realisasi retribusi daerah tercatat sebesar Rp8,83 miliar atau 21,94 persen dari target Rp40,26 miliar. Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan melampaui target dengan capaian Rp3,99 miliar atau 111,72 persen dari target Rp3,57 miliar.

“Adapun pos lain-lain PAD yang sah baru terealisasi sebesar Rp891,23 juta atau 6,44 persen dari target Rp13,84 miliar,” katanya.

Selain itu, realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) telah mencapai Rp5,25 miliar atau 17,24 persen dari target Rp30,46 miliar. Sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) baru terealisasi Rp4,26 miliar atau 3,51 persen dari pagu Rp121,11 miliar.

“Untuk DBH dari tingkat provinsi, kami berharap Pemerintah Provinsi dapat segera membayarkan sisa DBH kepada Pemerintah Kota Ternate,” harapnya.

“Sementara untuk pendapatan Transfer ke Daerah (TKD), realisasinya masih rendah, yakni Rp1,45 miliar atau 1,27 persen dari target Rp113,81 miliar,” sambungnya.

Ia mengaku, dari sisi belanja, realisasi terbesar masih terserap pada belanja operasi yang mencapai Rp274,40 miliar atau 29,75 persen dari total anggaran Rp922,21 miliar.

Amiruddin menambahkan, meski APBD 2026 dirancang dengan target surplus sebesar Rp3 miliar, realisasi hingga pertengahan tahun masih menunjukkan keberimbangan anggaran.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh realisasi belanja yang masih lebih rendah dibandingkan realisasi pendapatan,” jelasnya.

Pada sektor pembiayaan daerah, kata dia, baik penerimaan maupun pengeluaran pembiayaan hingga 23 Juni 2026 masih terbilang berimbang.

Ia menyebutkan capaian realisasi anggaran masih akan terus bergerak seiring pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah pada semester kedua Tahun Anggaran 2026.

“Kami terus mendorong optimalisasi pendapatan daerah serta percepatan pelaksanaan program pembangunan agar target APBD 2026 dapat tercapai secara maksimal hingga akhir tahun,” pungkasnya.

___

Catatan: Kami pihak redaksi meminta maaf atas kesalahan penulisan pada judul sebelumnya, yang dituliskan, “Realisasi Belanja Masih Rendah, APBD Ternate Catat Surplus Rp40,90 Miliar”. Judul tersebut membuat salah tafsir atas isi pemberitaan. Sehingga itu, judul di atas (terbaru) dan sebagian isi merupakan hasil perbaikan dan verifikasi dari pihak redaksi ke narasumber. 

Bagikan:

Andri R. Mansur

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *