Halmaheranesia – Salah satu rumah warga Kelurahan Tabam, Ternate Utara, Kota Ternate, mengalami kerusakan akibat dihantam angin kencang pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Pemilik rumah, Sofyan Usman, menceritakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIT. Angin kencang tersebut secara tiba-tiba menghantam dan menghancurkan atap rumah mereka dalam waktu kurang dari 2 menit.
Saat kejadian tersebut, Sofyan mengaku bahwa ia dan seorang anaknya sedang berada di dalam rumah, sementara istri dan satu orang anaknya sedang pergi ke sekolah.
Mendengar angin yang menghantam atap rumah mereka, Sofyan kemudian membawa anaknya keluar dari rumah untuk mengamankan diri.
Ia menyebutkan, selain seng atau atap rumah, kayu yang menjadi penopang pada struktur atap rumah juga mengalami kerusakan di beberapa bagian.
“Jadi angin itu muncul tiba-tiba dari belakang rumah, serentak langsung menghancurkan seng dan kayu rumah yang ada, tara (tidak) lama, angin langsung barenti (berhenti),” ucap Sofyan.
“Waktu bunyi angin so (sudah) sampe (sampai) di jendela, langsung dia (angin) cabut bawa separuh atap rumah dan kayu-kayu yang ada sampai ke jalan besar,” sambungnya.
Akibat peristiwa tersebut, mereka terpaksa hanya bisa tidur di dua kamar, sementara dua kamar tidur lainnya tidak bisa lagi digunakan.
Usai kejadian, kata dia, pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah mendatangi dan memeriksa kerusakan rumah mereka.
Namun, lanjutnya, belum ada bantuan yang diberikan, termasuk dari pihak Pemerintah Kota Ternate. Meski begitu, dari pihak kelurahan telah mengumpulkan berkas dokumen mereka untuk disampaikan ke pemerintah.
Saat disinggung soal total kerugian, Sofyan mengaku tidak tahu persis besaran kerugiannya. Ia hanya berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kota Ternate.
Ia khawatir jika musim hujan tiba, mereka sekeluarga tidak akan bisa tidur. Sehingga itu, ia hanya berharap pihak pemerintah bisa memberi perhatian karena keadaan mereka yang tidak memungkinkan.
“Semoga dong (mereka/pemerintah) datang lihat saja, bisa ada perhatian, karena tong (kami) punya keadaan yang tidak memungkinkan,” pungkasnya.





