Halmaheranesia — Warga Lingkungan Tanah Tinggi, Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, mengeluhkan layanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang sudah tiga hari tidak mengalir sejak Sabtu, 11 Juli 2026.

“Aktivitas saya terganggu. Sudah tiga hari kami kesulitan mandi dan Buang Air Besar (BAB) akibat pemadaman air,” ujar Ical, salah seorang warga Lingkungan Tanah Tinggi, Desa Gotalamo, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia mengatakan, akibat air yang tidak mengalir, dirinya terpaksa mandi dan BAB di rumah keluarga, bahkan harus membeli air galon.

“Jangankan mandi, masak dan cuci piring tara (tidak) bisa. Mau tidak mau harus beli air galon,” keluhnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Pulau Morotai, Fahri Abd Aziz, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa tidak mengalirnya air selama tiga hari disebabkan oleh kebocoran pipa.

“Pipa induk untuk jalur Lingkungan Tanah Tinggi, Amfibi, Desa Gotalamo, dan Desa Darame mengalami kebocoran dan telah selesai diperbaiki,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menjelaskan penyaluran air ke permukiman warga membutuhkan waktu dua hingga tiga hari karena jalur Lingkungan Tanah Tinggi dan sekitarnya menggunakan air baku yang diambil dari SP2.

“Pembukaan kran pipa induk tidak dilakukan secara serentak, tetapi bertahap. Empat sampai lima jam pertama dibuka dua putaran, setelah itu dibuka lagi dua putaran hingga dalam jangka waktu dua hari,” pungkasnya.

Bagikan:

Risaldi S.

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *