Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat inovasi sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Provinsi Maluku Utara, H. Samsuddin Abdul Kadir, saat menghadiri penganugerahan Innovative Government Award (IGA) Maluku Utara Tahun 2025 di Halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin, 10 Agustus 2026.

Samsuddin memberikan apresiasi kepada seluruh OPD, unit kerja, dan individu yang berhasil meraih penghargaan. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus melahirkan berbagai terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Diharapkan seluruh OPD bisa terus berkelanjutan dalam melahirkan terobosan-terobosan maupun gagasan sebagai wujud dari sebuah inovasi,” ujar Samsuddin.

Menurutnya, Maluku Utara saat ini berada dalam momentum pembangunan yang membuka peluang besar bagi kemajuan daerah. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 15 persen pada kuartal II, kata dia, harus dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 15 persen di kuartal II harus dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, salah satunya melalui pelayanan publik yang memadai,” katanya.

Samsuddin menegaskan, inovasi tidak hanya berbentuk aplikasi maupun pemanfaatan teknologi. Inovasi juga dapat diwujudkan melalui pembenahan dan pengembangan pelayanan yang secara langsung dirasakan masyarakat.

“Inovasi bukan hanya aplikasi, namun dapat berupa pelayanan, khususnya kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar inovasi tidak hanya diciptakan ketika menghadapi penilaian IGA. Menurutnya, inovasi harus menjadi budaya kerja yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Inovasi bukan berjalan hanya saat ada penilaian, akan tetapi harus terus berkesinambungan demi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Samsuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Samsuddin mengajak seluruh jajaran Pemprov Malut menjadikan momentum IGA sebagai langkah membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

“Inovasi sangat penting untuk menambah nilai tambah pembangunan. Untuk itu, mari kita jadikan momentum ini membangun budaya kerja adaptif, kolaboratif, inovatif dan output oriented,” pungkasnya.

Pemprov Maluku Utara diketahui berhasil masuk 10 besar nasional dalam Innovative Government Award 2025 dengan nilai 63,64.

Pada ajang IGA Malut 2025, sebanyak 31 individu dan tim inovasi menerima penghargaan atas inovasi yang dikembangkan di lingkungan pemerintahan.

Pemprov Malut melalui jajaran pemerintahannya di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda terus didorong untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya memenuhi indikator penilaian, tetapi juga berorientasi pada hasil dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara, Ruslan Bian, mengatakan IGA merupakan bentuk apresiasi kepada OPD maupun unit kerja yang dinilai inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyebutkan, inovasi sebagai salah satu tulang punggung pembangunan daerah karena dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian daerah.

“Inovasi merupakan tulang punggung pembangunan. Inovasi secara konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menguatkan kemandirian daerah,” ujar Ruslan.

Ia menambahkan, kemampuan pemerintah daerah dalam menciptakan dan memanfaatkan inovasi menjadi salah satu kunci menghadapi perkembangan ekonomi modern dan meningkatkan daya saing daerah.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *