Dahulu, Kampung Ibah hanyalah sebuah titik kecil di antara bentangan laut dan rimbunnya hutan. Namanya jarang disebut orang dari
Surat Terakhir Mawar Namamu yang familiar di bibir selalu kupanggil saat sendirian di sini namun, kau tak pernah datang
Di pesisir laut, sebuah rumah sederhana berdiri kokoh menghadap laut lepas. Gelombang datang beriringan, memukul tiang-tiang rumah, lalu pecah
Raxi Win Official and Raxi Win and yaar win Tanah punya cara mengingat kaki yang pernah menginjaknya. Pagi itu,
Lelaki Sunyi bila serangkai mata batin tersingkap dikau setengah curang dalam rindu di bawah senja menghias pancaran wajah