Halmaheranesia – Sarmin Mustari, anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan pada Kamis malam, 12 Desember 2024 melalui forum reses perdananya di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, menerima sejumlah aspirasi penting dari warga.
Dalam kesempatan itu, warga Dokiri menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya soal penanganan sampah, pemecah ombak (breakwater), akses jalan, honorarium guru mengaji, serta lahan pekuburan.
Salah satu warga, Hisbulwatan Mansur, menyoroti pengelolaan sampah yang belum maksimal.
“Kalau saya, terkait penanganan sampah karena di Dokiri ini belum ada bak sampah. Kami juga bingung ini mau buang ke hulu atau hilir jadi harus ada penampungan sampah di masing-masing RT,” ujar Hisbulwatan.
Selain itu, aspirasi lainnya datang dari Ketua RW 001, Baharudin Ohorella. Ia mengungkapkan, Dokiri memerlukan lahan pekuburan yang layak. Sebab lahan yang tersedia saat ini, jaraknya sangat berdekatan dengan kali mati.
Selain lahan pekuburan, Baharudin juga menyampaikan aspirasi terkait dengan pembiayaan (honorarium) guru mengaji yang ada di TPQ setempat.
Menanggapi itu, Sarmin Mustari mengatakan, semua yang disampaikan masyarakat, wajib baginya selaku wakil rakyat untuk menyerap dan menindaklanjutinya.
Namun, kata Sarmin, seluruh aspirasi dari warga perlu adanya kesepakatan. Seperti masalah lahan pekuburan yang harus dilakukan koordinasi kembali dengan warga sekitar.
“Kalau honor guru mengaji, itu saya sudah pernah tanya ke Bagian Kesra Pemda Tidore, hanya saja ada mekanismenya, yakni melalui hibah. Dan (nanti) saya minta data berapa banyak TPQ dan guru mengaji di Kelurahan Dokiri ini,” kata politisi PDIP ini.
Lalu soal breakwater dan akses jalan belakang, Sarmin menegaskan, dirinya telah melakukan pendataan terlebih dulu dan dua item tersebut sudah masuk pada APBD 2025.
Ia juga menyinggung soal lapangan sepak bola. Rencananya anggaran untuk lapangan sepak bola bakal masuk di tahun 2026.
“Pada prinsipnya, seluruh aspirasi bakal ditindaklanjuti. Hanya saja untuk realisasi akan dilakukan secara bertahap mulai pokok-pokok pikiran di tahun 2025 mendatang,” pungkas Sarmin.





