Halmaheranesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Babullah Ternate, mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Potensi cuaca ekstrem diprediksi masih akan melanda wilayah Maluku Utara dalam satu pekan ke depan.
Ketua Tim Kerja Analisa Data dan Informasi BMKG Ternate, Zaky Alin Nuary, mengatakan saat ini terpantau dua fenomena atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca di Maluku Utara. Pertama, adanya bibit siklon tropis 93S yang berada di Samudera Pasifik dekat Filipina. Kedua, sirkulasi tekanan rendah yang saat ini terpantau di wilayah Maluku.
“Kedua fenomena ini membentuk gangguan cuaca yang signifikan di Maluku Utara,” kata Zaky, Kamis, 4 Desember 2025.
Zaky menambahkan, kondisi ini juga diperkuat oleh faktor musiman. Bulan Desember merupakan salah satu periode dengan curah hujan tertinggi sepanjang tahun, sehingga potensi hujan meningkat secara alami.
Menurutnya, untuk prospek cuaca tiga hari hingga satu pekan ke depan, BMKG memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Kepulauan Taliabu.
“Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpeluang terjadi di Morotai, Halmahera Tengah, dan Halmahera Timur,” ucapnya.
Selain curah hujan tinggi, kata dia, BMKG juga memperingatkan adanya potensi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 35 km per jam. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas masyarakat, baik di darat maupun laut.
Ia menyebutkan, wilayah perairan Maluku Utara turut dilanda gelombang tinggi dalam rentang 0,5 hingga 2,5 meter. Ketinggian maksimum 2,5 meter diprediksi terjadi di perairan Morotai, Loloda, Batang Dua, Bitung, Jailolo, dan sekitarnya.
“Kami mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem ini. Kami juga meminta masyarakat mengenali potensi bencana hidrometeorologi di lingkungan masing-masing, seperti banjir, banjir bandang, longsor, dan pohon tumbang,” imbaunya.
Ia menambahkan, pihaknya memberi perhatian khusus pada fenomena supermoon yang terjadi pada 4–6 Desember 2025. Fenomena ini dapat memicu kenaikan tinggi permukaan air laut sehingga bisa memicu potensi banjir rob di wilayah pesisir Maluku Utara.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan warga untuk selalu memperbarui informasi resmi melalui kanal yang telah disediakan, seperti saluran WhatsApp Info BMKG Maluku Utara dan Instagram stamet.ternate.bmkg, serta tidak mudah mempercayai informasi tidak valid atau hoaks yang beredar di media sosial.





