Halmaheranesia – Sistem parkir di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, Kota Ternate, dikeluhkan warga yang datang menjenguk maupun mendampingi keluarga yang sedang dirawat.

Pantauan halmaheranesia, Senin, 15 Desember 2025, sistem tagihan parkir tidak dihitung sekali parkir, namun setiap saat ketika masuk tetap ada tagihan. Hal tersebut banyak mendapat keluhan dari warga yang sedang menjenguk keluarga mereka.

Salah satu warga, Riski, mengaku kecewa dengan sistem retribusi parkir yang dinilai tidak jelas dan memberatkan masyarakat.

“Kami kecewa dengan sistem parkir, khususnya retribusi parkir. Kalau orang berdiam di rumah sakit lebih dari tiga jam, biayanya bisa naik sampai Rp5.000. Tapi kadang dua jam hanya Rp2.000, dua jam setengah bisa Rp3.000,” ujar Riski.

Menurutnya, ketidakpastian tarif tersebut membuat pengguna parkir bingung karena tidak ada patokan yang jelas terkait besaran biaya yang harus dibayar.

“Tidak bisa dipastikan kita mau bayar berapa. Ini yang sangat kami sesali dari sistem yang ada,” katanya.

Riski menilai sistem parkir tersebut semakin membebani keluarga pasien, terlebih sebagian besar masyarakat juga harus memikirkan biaya pengobatan.

“Banyak keluarga pasien yang biayanya ditanggung BPJS, tapi ada juga yang tidak. Harga obat mahal, lalu masih harus pikir biaya parkir,” ujarnya.

Ia mencontohkan, jika keluarga pasien harus bolak-balik ke rumah sakit hingga empat kali dalam sehari dan setiap kunjungan dikenakan biaya Rp5.000, maka total yang dikeluarkan bisa mencapai Rp20.000.

Sistem kartu atau daftar pun baginya tak efektif. Tetap saja hal itu memberatkan keluarga pasien.

“Rp20.000 itu sudah bisa beli obat, bisa beli makanan untuk penjaga pasien, juga bisa tambah-tambah kekurangan selama di rumah sakit,” ucapnya.

Ia lantas menunjuk ke arah luar, tepat di bahu jalan yang sudah dipenuhi motor karena enggan memarkir di dalam kawasan rumah sakit karena merasa keberatan.

“Banyak memilih parkir di luar, mereka tak sanggup sistem parkir yang belum jelas seperti ini. Tapi resikonya banyak parkir di luar menambah masalah baru, yakni kemacetan dan membahayakan juga pengguna jalan lain,” jelasnya.

Sehingga itu, ia berharap sistem parkir di RSUD Chasan Boesoirie dapat dievaluasi dan diubah agar lebih berpihak kepada masyarakat.

“Sistem parkir ini harus diubah. Minimal kendaraan bisa dilacak, dan satu hari cukup sekali bayar tagihannya. Kalau terus-terusan, uang obat bisa habis hanya untuk parkir,” pungkas Riski.

Bagikan:

Andri R. Mansur

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *