Bolanesia – Fajar Fathur Rahman, pemain dari Manokwari, Papua, berdarah Maluku Utara, pada 31 Desember 2025 pekan kemarin secara mengejutkan mengumumkan resmi berpisah dengan Borneo FC.
Winger 23 tahun ini memutuskan tak memperpanjang kontraknya dan memilih hengkang dari tim berjuluk Pesut Etam setelah lima musim berseragam oranye. Keputusan untuk berpisah dengan Borneo FC bukan karena masalah internal klub atau konflik di ruang ganti.
Dalam unggahan di akun resmi Borneo FC, Fajar, pemain andalan Timnas U-23 dengan market value Rp 6,08 miliar tersebut mengaku kepergian itu karena alasan keluarga dan ingin mencari tantangan baru.
Sepanjang berseragam Pesut Etam dalam lima musim, Fajar telah menunjukkan performa apik yang begitu konsisten. Ia tercatat tampil sebanyak 135 pertandingan bersama Borneo di Liga 1 yang kini dikenal BRI Super League, dengan kontribusi 2 gol dan 13 assist.
Pada tahun 2022 Fajar membawa Borneo menjadi runner-up Piala Presiden usai kalah atas Arema di partai puncak. Kemudian di musim 2023-2024, Fajar turut membantu Borneo FC menjadi juara fase reguler Liga 1.
Penampilan apik itu membuat Fajar terpilih sebagai pemain muda terbaik dalam dua kompetisi bergengsi sekaligus di tahun yang berbeda, yakni piala presiden tahun 2022 dan liga 1 Indonesia musim 2023-2024.
Selain itu, Fajar Fathur Rahman saat ini juga merupakan pemain andalan Timnas Indonesia kelompok usia 23 tahun. Pada ajang SEA Games tahun 2023, Fajar tampil memukau dengan berhasil membawa Timnas Indonesia U-22 meraih medali emas.
Sepanjang turnamen SEA Games tahun itu, Fajar menjelma menjadi mesin gol Skuad Garuda muda. Ia berhasil menjadi top skor bersama rekan setimnya Ramadhan Sananta dan striker Vietnam, Nguyen Van Tung dengan masing-masing mencetak lima gol.
Meski tampil konsisten sepanjang laga BRI Super League musim ini, perpisahan Fajar dengan Borneo FC menjadi sebuah pertanyaan besar. Klub mana yang akan menjadi pilihan winger lincah tersebut melanjutkan perjalanan karirnya.





