Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat menangani krisis air bersih yang melanda Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Barat, pascabanjir dan longsor yang terjadi awal Januari 2026.
Usai menggelar rapat koordinasi bersama Balai Cipta Karya (CK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Gubernur Sherly langsung menginstruksikan penyaluran bantuan air minum serta pengerahan tim teknis ke lokasi terdampak.
“Bantuan mulai diberangkatkan hari ini, Sabtu, 17 Januari 2026, dengan target tiba di Desa Tolofuo pada malam hari,” katanya.
Menurut dia, bantuan tersebut meliputi air minum bagi warga, tim teknis, serta peralatan pendukung penanganan sumur bor guna memastikan ketersediaan air bersih sementara bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, krisis air bersih terjadi setelah banjir dan longsor menimbun dua bak penampungan air desa serta menutup sumber mata air utama. Kondisi ini menyebabkan ratusan warga kehilangan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Ia mengatakan, dalam rapat koordinasira di sepakati skema penanganan bertahap, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan jangka panjang.
“Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menyalurkan 200 unit galon air bersih guna memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat,” katanya.
Selain itu, Balai CK melakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan sumur di RT 03 Desa Tolofuo yang dilengkapi satu unit pompa air, tiga unit profil tank, dan satu unit genset.
“Penanganan darurat ini ditargetkan rampung dalam tiga hari, yakni pada 17–19 Januari 2026,” jelasnya.
Untuk pemulihan jangka panjang, Balai CK akan melakukan perbaikan intake serta jaringan pipa distribusi air bersih yang rusak akibat bencana.
“Perbaikan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan setelah tahap darurat tuntas,” tegasnya.
Sherly berkomitmen untuk terus memastikan pelayanan dasar tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana.
“Dengan harapan layanan air bersih di Desa Tolofuo dapat kembali normal sebelum dan selama bulan Ramadan,” pungkasnya.





