Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melakukan kunjungan ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Maluku Utara, Kamis, 22 Januari 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang pendidikan vokasi.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Kepala BPVP Maluku Utara, Abdul Aziz, mengatakan ke depan BPVP Maluku Utara ditargetkan menjadi pusat pendidikan vokasi di kawasan Indonesia Timur.
Menurut dia, hingga tahun 2026, BPVP Maluku Utara telah meluluskan sekitar 1.200 peserta pelatihan, dengan pelatihan alat berat menjadi salah satu program yang paling diminati seiring tingginya aktivitas industri pertambangan di Maluku Utara.
Konsul Jenderal RRT, Ye Su, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memperkuat kerja sama strategis, khususnya pada sektor pendidikan vokasi.
Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan selama kunjungan di Sofifi.
“Semoga kerja sama antara kedua negara dapat segera terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas SDM Maluku Utara,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, menegaskan BPVP memiliki peran strategis sebagai leading sector dalam penyediaan pelatihan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan industri yang berkembang pesat.
“Kami berharap dapat terjalin kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam pengembangan pendidikan vokasi,” pungkasnya.





