Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong percepatan pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor, khususnya di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat membuka Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Senin, 9 Febuari 2026.

Wagub Sarbin menekankan, listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat, terutama pada situasi darurat pascabencana. Ia meminta PLN menyampaikan secara rinci pemetaan perbaikan jaringan listrik di Maluku Utara guna meminimalisasi gangguan serta mempercepat proses pemulihan.

“RDP ini juga menjadi bentuk komitmen Pemprov Malut dalam mendorong pemerataan pembangunan di sektor kelistrikan, terlebih di tengah anomali cuaca yang belakangan melanda wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Utara,” jelasnya.

Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Gamal Rizal Gambey, mengapresiasi langkah Pemprov Malut yang aktif mendorong percepatan pemulihan akses listrik di daerah terdampak.

Ia menjelaskan, keterlambatan pemulihan di sejumlah titik disebabkan oleh kondisi medan yang sulit serta keterbatasan akses transportasi.

“Kerusakan meliputi trafo, kabel putus, dan tiang listrik yang rubuh,” jelas Gamal. Ia menambahkan, pekerjaan perbaikan lanjutan dijadwalkan mulai 16 Februari 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Utara, E. J. Papilaya, menyampaikan, hingga saat ini masih terdapat beberapa desa di wilayah Loloda Utara yang belum sepenuhnya pulih. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyalurkan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“Kami berharap PLN dapat segera memulihkan kelistrikan di desa-desa tersebut,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Halmahera Barat, Julius Marau, menyampaikan apresiasi kepada PLN karena pemulihan akses listrik di wilayahnya telah mencapai 100 persen, sehingga masyarakat kembali menikmati layanan listrik secara normal.

“Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupate dan PLN menjadi kunci kembalinya aktivitas masyarakat di wilayah terdampak,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *