Halmaheranesia – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Maluku Utara membagikan bingkisan Imlek kepada warga Tionghoa di Ternate, Jumat, 13 Febuari 2026.
Bingkisan tersebut merupakan bantuan dari PSMTI serta titipan dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang disalurkan.
Kegiatan dimulai dari Kelurahan Gamalama dengan menyasar warga Tionghoa lanjut usia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PSMTI Maluku Utara Rudy Theys, Sekretaris I Cynthia Ong, Sekretaris II Gunawan Liem, Bendahara Mui, serta anggota PSMTI lainnya.
Ketua PSMTI Maluku Utara Rudy Theys mengatakan, perayaan Imlek tahun ini difokuskan pada kegiatan sosial, khususnya membantu warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian.
“Tahun ini kami tidak banyak kegiatan seremonial. Kami lebih fokus kepada orang tua Tionghoa yang sudah lanjut usia, terutama yang kondisinya kurang sehat. Kami datang dari rumah ke rumah untuk memberikan bingkisan sekaligus mendoakan agar mereka selalu sehat dan panjang umur,” ujar Rudy.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.
Rudy menjelaskan, secara organisasi PSMTI Maluku Utara memiliki cakupan tingkat provinsi. Namun hingga kini, kepengurusan yang aktif baru terbentuk di tingkat provinsi, Kota Ternate, dan Morotai, meski di Morotai masih menunggu pengesahan resmi.
Ia menambahkan, kepengurusan PSMTI Maluku Utara baru terbentuk pada Oktober 2024 setelah sempat vakum.
Ke depan, kata Rudy, kegiatan sosial akan menjadi agenda rutin organisasi, tidak hanya pada perayaan keagamaan, tetapi juga dalam situasi kebencanaan maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Kami bergerak di bidang sosial. Jika terjadi bencana atau ada kegiatan kemanusiaan seperti donor darah, pengobatan gratis, atau pembagian sembako, kami akan selalu berupaya terlibat,” pungkasnya.
Menurut Rudy, pembentukan PSMTI bertujuan mendorong masyarakat Tionghoa lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan secara terorganisasi di Maluku Utara.





