Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, berjanji akan membenahi Pasar Galala yang berada di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Janji tersebut disampaikan setelah ia menerima keluhan warga terkait kondisi jalan dan infrastruktur pasar yang rusak.
Keluhan itu disampaikan warga saat kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada Senin, 2 Maret 2026.
Dua hari kemudian, tepatnya pada Rabu, 4 Maret 2026, Sherly langsung meninjau lokasi pasar di kawasan Sofifi. Dalam kunjungan tersebut, ia menyusuri area pasar sambil berdialog dengan pedagang dan masyarakat.
Sejumlah warga juga memanfaatkan kesempatan itu untuk berswafoto dengan gubernur perempuan pertama di Maluku Utara tersebut.
Para pedagang mengeluhkan kondisi jalan menuju pasar yang kerap becek saat hujan serta fasilitas pasar yang dinilai belum memadai.
Sherly mengatakan peninjauan itu dilakukan agar pemerintah dapat melihat langsung kondisi yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Kemarin, 4 Maret 2026, saya bersama Ketua PKK Malut ke Pasar Galala di Sofifi. Melihat sendiri kondisi jalan masuk, bangunan pasar, dan aktivitas para pedagang,” tulis Sherly melalui akun Instagram pribadinya.
Ia mengaku sempat berbincang dengan sejumlah pedagang yang menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari akses jalan yang berlumpur saat hujan hingga berkurangnya jumlah pembeli karena kondisi pasar yang kurang nyaman.
“Saya juga sempat berbincang dengan beberapa pedagang. Mendengar langsung pergumulan mereka, mulai dari akses jalan yang becek saat hujan, pembeli yang berkurang jika pasar tidak nyaman, hingga harapan sederhana untuk memiliki pasar yang lebih bersih, tertata, dan ramai,” ujarnya.
Menurut Sherly, pasar rakyat bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi tempat banyak keluarga menggantungkan penghasilan.
“Di situ saya diingatkan lagi, pasar bukan sekadar bangunan. Ini tempat banyak keluarga menggantungkan penghasilan dan menyekolahkan anak-anak mereka,” katanya.
Ia mengakui kondisi pasar saat ini belum ideal untuk kawasan ibu kota provinsi yang terus berkembang seperti Sofifi. Namun, ia menegaskan pemerintah akan fokus melakukan pembenahan secara bertahap.
Sherly menyebut perencanaan perbaikan sudah mulai disusun. Perbaikan jalan menuju pasar akan menjadi prioritas, sementara pembenahan bangunan dan fasilitas pasar akan dilakukan secara bertahap.
“Masih banyak pekerjaan rumah. Tapi kalau kita jujur melihat kondisi dan mau bekerja bersama, kita bisa menghadirkan Pasar Sofifi yang lebih modern, higienis, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan masyarakat agar proses pembenahan pasar dapat berjalan dengan baik.





