Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula.

Bantuan tersebut dikirim setelah hujan deras menyebabkan banjir yang merusak rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut menyebabkan rumah-rumah rusak, akses transportasi terganggu, dan sebagian warga kehilangan harta benda serta sumber penghidupan mereka.

Tim reaksi cepat dari pemerintah provinsi telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan bekerja bersama pemerintah kabupaten untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat serta kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia menegaskan, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.

“Saudara-saudara kita di Sula sedang menghadapi ujian yang berat. Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan mereka merasa didampingi dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” ujar Sherly.

Untuk menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses melalui jalur darat, pemerintah provinsi mengerahkan Kapal Permata Obi guna membawa logistik bantuan ke lokasi bencana.

“Langkah ini dilakukan agar distribusi bantuan dapat tiba secepat mungkin kepada warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Menurut dia, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, ikan kaleng, mi instan, susu, teh, dan kopi.

Selain itu, pemerintah juga mengirimkan perlengkapan darurat seperti terpal, matras, selimut, sarung, serta paket kebersihan dan perlengkapan bayi untuk mendukung kebutuhan kelompok rentan di pengungsian.

Data sementara dari BPBD Kabupaten Kepulauan Sula mencatat sekitar 95 kepala keluarga atau 335 jiwa terdampak banjir. Kerusakan juga terjadi pada puluhan rumah warga, sementara sejumlah infrastruktur penting seperti jembatan dan talud penahan banjir turut mengalami kerusakan.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kepulauan Sula, Syamsudin Ode Maniwi, menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh warga yang terdampak saat ini telah berada di tempat yang aman.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat terlindungi dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujarnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *