Halmaheranesia – Aktivitas mudik menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 di Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, Maluku Utara, terpantau mulai mengalami lonjakan signifikan.

Lonjakan mudik tersebut terhitung semenjak Jumat pekan lalu. Berdasarkan pantauan halmaheranesia, Senin, 16 Maret 2026, para penumpang tampak memadati area pelabuhan dengan antrean yang begitu panjang.

Menghadapi lonjakan arus mudik tersebut, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ternate telah menyiapkan sejumlah armada kapal untuk melayani para penumpang, serta menambahkan trip atau rute pelayaran.

General Manager, PT ASDP Cabang Ternate, Mushar Usman, mengatakan untuk trip atau rute yang telah mengalami lonjakan pada lintasan Bastiong, Moti, Kayoa, dan Babang, terjadi semenjak Sabtu pekan lalu.

“Lonjakan tersebut terjadi karena lintasan ini hanya melayani tiga kali pelayaran dalam satu Minggu atau pekan, sebab trip ini masuk dalam lintasan perintis,” ucap Mushar.

Sehingga itu, Kata Mushar, pihaknya melakukan pola strategi untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pada rute yang sama, mereka bahkan menambahkan pelayaran kapal.

Selain itu, Mushar menjelaskan bahwa penambahan trip juga dilakukan oleh pihak PT ASDP, karena lintasan Ternate-Sofifi juga terjadi penumpukan, sehingga mereka memutuskan untuk melakukan pergantian kapal yang lebih besar pada setiap trip yang mengalami lonjakan.

“Pergantian kapal biasanya dilakukan pada trip pertama di pagi hari, contohnya, jadwal pagi yang sebenarnya adalah KMP Tuna, tapi kami ganti dengan kapal yang lebih besar yaitu KMP 08,” kata Mushar.

Menurut dia, hal ini dilakukan agar bisa meminimalisir padatnya penggunaan jasa, khususnya kendaraan maupun para penumpang. Sementara untuk penyediaan kapal pada momentum mudik lebaran tahun ini, pihaknya menyediakan sebanyak 18 armada kapal yang beroperasi di Maluku Utara.

“Dari total kapal tersebut, 13 kapal milik PT ASDP, dan 5 kapal milik swasta, yang melayani rute Morotai hingga Taliabu,” ujarnya.

Mushar memprediksi bahwa puncak arus mudik di semua titik lintasan di Maluku Utara terjadi pada tanggal 17, 18 dan 19 Maret. Sementara arus balik lonjakannya diperkirakan pada 22, 23, hingga 24 Maret.

Kemudian itu, terkait potensi cuaca buruk yang akhir-akhir ini melanda Maluku Utara, Mushar menyebutkan bahwa mereka selalu berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk memastikan keselamatan dalam berlayar.

“Apabila terjadi cuaca buruk, kemudian disesuaikan dengan rekomendasi BMKG dan stekholder terkait, maka pelayaran terpaksa kami tiadakan sampai cuaca benar-benar membaik, sebagaimana yang kami lakukan pada lintasan Ternate-Bitung sebelumnya karena mempertimbangkan tinggi gelombang yang berkisar tiga sampai empat meter di perairan Batang Dua,” pungkasnya.

Bagikan:

Andri R. Mansur

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *