Halmaheranesia – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf menerima audiensi Sherly Tjoanda Laos di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta, Selasa, 17 Januari 2026.
Pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah, penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta perluasan akses bagi jemaah asal Maluku Utara.
Dalam pertemuan itu, Irfan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan setiap jemaah memperoleh haknya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami berkomitmen memperbaiki ekosistem pelayanan haji dan umrah, terutama bagi jemaah di wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.
Selain itu, pembahasan juga mencakup optimalisasi kuota haji bagi Maluku Utara, seiring panjangnya daftar tunggu calon jemaah di daerah tersebut. Irfan menegaskan distribusi kuota di tingkat kabupaten/kota harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Pertemuan ini turut menyinggung peningkatan infrastruktur pendukung serta akses transportasi jemaah, baik saat keberangkatan dari daerah asal maupun selama berada di Arab Saudi.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga membahas standardisasi skrining kesehatan sesuai regulasi terbaru Pemerintah Arab Saudi guna memastikan kesiapan fisik jemaah.
Irfan turut menekankan pentingnya kesiapan petugas haji, termasuk pemahaman bahasa dan budaya, mengingat tingginya jumlah jemaah lanjut usia.
“Kami sepakat memperkuat edukasi manasik haji untuk meningkatkan kemandirian jemaah, terutama dalam memahami tata cara ibadah dan aturan terbaru di Tanah Suci,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos mengapresiasi respons pemerintah pusat dalam mengakomodasi kebutuhan jemaah dari daerahnya.
“Kami berharap pertemuan tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah bagi masyarakat Maluku Utara,” pungkasnya.





