Halmaheranesia – Klub sepak bola Malut United resmi mengoperasikan fasilitas training camp terbaru yang berlokasi di Kota Ternate, Senin, 23 Maret 2026.
Peresmian ini menjadi langkah besar dalam upaya membangun infrastruktur sepak bola profesional di wilayah Maluku Utara.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Sultan Ternate, Hidayat Mudaffar Sjah, Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, serta Muhammad Saleh Mustafa yang juga merupakan pembina Malut United FC.
Selain itu, Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera Dirk Soplanit hadir bersama sejumlah pemain seperti Abduh Lestaluhu, Riswan Lauhin, dan Taufik Rustam.
Peresmian training camp ini juga diwarnai dengan kegiatan sosial, di mana manajemen Malut United mengundang 30 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Dirk Soplanit menegaskan, pembangunan fasilitas ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas teknis pemain, tetapi juga pembentukan karakter.
“Fasilitas ini akan menjadi pusat pembinaan pemain muda agar mampu bersaing hingga level internasional. Selain itu, mereka juga akan dibekali nilai-nilai akhlak dan moral yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Abduh Lestaluhu mengaku kehadiran training camp sangat membantu tim dalam menjalani program latihan secara maksimal.
“Dengan adanya training camp ini, kami merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk meningkatkan kualitas permainan, baik secara individu maupun tim,” ungkapnya.
Saat ini, training camp Malut United masih dalam tahap pengembangan. Fasilitas yang telah tersedia meliputi dua lapangan latihan, gymnasium, 14 unit rumah, mess dengan 22 kamar tidur untuk pemain dan pelatih, serta satu ruang serbaguna.
Ke depan, manajemen berencana menambah berbagai fasilitas pendukung, termasuk pengembangan akademi usia dini melalui kerja sama dengan salah satu klub Eropa untuk kelompok usia 7 hingga 9 tahun.
Sultan Tidore, Husain Alting Sjah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Malut United yang dinilai membawa dampak positif bagi generasi muda di Maluku Utara.
“Kami bersyukur dengan hadirnya Malut United telah memberikan banyak dampak positif di berbagai aspek dalam waktu singkat. Saya berharap generasi muda di Maluku Kie Raha dapat menjaga potensi yang sangat berharga ini,” ucapnya.
Sultan Ternate, Hidayat Mudaffar Sjah menilai klub ini menjadi wadah pemersatu masyarakat dalam semangat kebersamaan dan toleransi.
“Malut United merupakan wadah yang menyatukan keberagaman menjadi satu komunitas dalam semangat keharmonisan, toleransi, dan kebersamaan. Kehadiran training camp ini menjadi kesempatan baik untuk masyarakat Maluku Utara,” katanya.
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menegaskan fasilitas olahraga seperti training camp tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk budaya hidup sehat dan sportif di tengah masyarakat.
“Melalui fasilitas olahraga yang berkualitas, kita tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga membangun budaya sportif, semangat, dan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Saya rasa hal tersebut nantinya akan lahir dari sini,” tegasnya.
Peresmian ini menjadi tonggak awal bagi Malut United FC dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, serta menjadi tempat terbukanya kesempatan, membangun harapan, serta berbagai kebahagiaan bagi banyak orang.





