Halmaheranesia – Riuh tepuk tangan memenuhi Legend House Coffe, Senin malam, 23 Maret 2026, Tidore Kepulauan. Kegiatan bertema “Legendary Chapter 01” yang menghadirkan sesi diskusi komunitas dan musik membuat suasana lebur dalam keakraban.
Diskusi ini dipandu founder kendali.id, Teguh Tidore. Menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly dan anggota DPRD Tidore yang sekaligus sebagai Ketua Gekraf Tidore, Nurul Asnawiah.
Dua pejabat daerah itu duduk dalam satu forum, membicarakan lintas jejaring komunitas kreatif, mendorong kota yang inklusif, akrab dengan ide-ide orang muda, serta terbiasa pada event yang ramah pada ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif.
Bagi Rizal Marsaoly, kegiatan seperti ini sangat penting, sebab dapat menjahit kolaborasi yang bertumpu pada kreativitas.
“Saya sejak lama sudah berada dalam forum seperti ini. Orang muda memang harus diberikan ruang agar mereka tumbuh dan berkembang,” ucap Rizal.
Rizal kemudian menyarankan, agar Tidore tumbuh sesuai dengan karakter serta identitasnya, dengan memanfaatkan ruang publik yang tersedia, seperti Benteng Tahula, yang diyakininya dapat menjadi ekosistem kreatif orang-orang muda.
Sementara itu, Nurul Asnawiah menjabarkan rangkaian kreativitas yang sudah berlangsung selama lima tahun ini di Kota Tidore Kepulauan.
Nurul mengatakan, Tidore sudah mulai fokus pada pengembangan ruang orang muda dan ide-ide yang turut menghidupkan ekonomi kreatif.
“Kita juga sudah berdiskusi dan sedang mengusulkan, agar ke depan, Tidore memiliki zona ekonomi kreatif, yang dapat mendukung tumbuh-kembangnya kreativitas orang muda,” kata Nurul.
Baginya, kehadiran Rizal Marsaoly tak hanya sebagai pembicara, melainkan menjadi jembatan kolaborasi antara dua daerah, Ternate dan Tidore–bagaimana para penggerak komunitas menjahit kreativitas. Tujuannya untuk pembangunan dan mendorong ekonomi lokal ikut tumbuh bersamanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga berharap, diskusi dan event kreativitas seperti ini dapat dilaksanakan di kedai-kedai kopi lainnya yang berada di Kota Tidore Kepulauan. Kedai baginya telah menjadi ruang publik yang telah ikut menjadi wadah bagi penggerak komunitas.
“Saya berharap event seperti ini dapat dilaksanakan di kedai-kedai lainnya, membuka ruang anak muda untuk terus berkreativitas,” jelasnya.





