Halmaheranesia – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, mengajak seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi terkait konflik antara dua desa di Kabupaten Halmahera Tengah.
Seperti diketahui, banyak warganet yang membagikan video konflik yang melibatkan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat. Sehingga itu, Kapolda mengimbau seluruh unsur masyarakat agar tidak menyebarkan informasi atau berita yang dapat memicu konflik antarras.
Ia mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus yang terdiri dari personel Satuan Brimob Polda Maluku Utara dan Direktorat Samapta Polda Maluku Utara untuk bergerak meredam konflik antara kedua desa tersebut.
Selain itu, Kapolda juga telah memerintahkan Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, didampingi Dansat Brimob dan Direktur Intelkam Polda Maluku Utara untuk turun langsung ke lokasi guna mengecek situasi serta mengungkap pihak yang berada di balik terjadinya konflik.
“Soal konflik ini, kami sudah membentuk tim untuk mengungkap siapa pelakunya. Saya tidak main-main, saya serius. Ketika menemukan pelakunya, saya akan tindak sesuai hukum,” tegas Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono.
Ia berharap masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri terkait konflik tersebut karena dapat memicu masalah baru di tengah masyarakat.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal maupun isu yang tidak jelas,” pintanya.
Kapolda juga menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa memandang latar belakang pelaku.
“Saya tidak pandang pelaku dari agama apa. Jika terbukti, saya tidak segan-segan memenjarakan. Saya juga mengajak agar konflik ini segera dihentikan secepatnya,” pungkasnya.





