Halmaheranesia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis, 2 April 2026 pukul 07.48 WIT. Pulau Batang Dua menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 233 unit bangunan mengalami kerusakan, meliputi rumah warga dan gereja yang tersebar di Kelurahan Lelewi, Bido, Pante Sagu, Tifure, Perum Bersatu, dan Mayau. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, mengatakan, dari sektor kesehatan, selama tiga hari pascagempa tercatat sebanyak 64 kunjungan pasien di posko layanan medis.

Menurutnya, keluhan yang paling banyak dialami warga antara lain luka ringan, nyeri ulu hati, leher tegang, demam, nyeri otot, batuk, sakit kepala, pusing, sakit gigi, serta flu.

Selain itu, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, yakni 123 anak, 106 balita, 23 bayi, 14 ibu hamil, 5 ibu nifas, serta 161 lanjut usia (lansia).

“Sebagai bentuk respons cepat, Dinkes Kota Ternate menurunkan 40 tenaga kesehatan yang disebar di enam posko pengungsian, yakni di SMP, SMA, Gunung Radio, Gunung Sewedi, Bido, dan Lelewi,” jelasnya.

Tim kesehatan tersebut terdiri atas dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga farmasi, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, promosi kesehatan, epidemiolog, tenaga laboratorium, serta staf administrasi dan pendukung lainnya.

Di lapangan, kata dia, tim medis memberikan berbagai layanan, mulai dari pendataan korban terdampak, penanganan luka ringan dan keluhan kesehatan, pemantauan kondisi pengungsi secara berkala, hingga dukungan trauma healing bagi warga yang terdampak secara psikologis.

“Kepala Puskesmas Mayau, SKM, bersama petugas kesehatan lainnya juga aktif melakukan kunjungan ke posko pengungsian guna memastikan pelayanan berjalan optimal,” katanya.

Selain tenaga medis, distribusi obat dan logistik juga menyalurkan bantuan obat-obatan darurat. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Obat Nomor 021/BAST/01-FARMASI/04/2026, sebanyak 20 jenis obat telah didistribusikan untuk mendukung layanan kesehatan di wilayah terdampak.

Obat-obatan tersebut meliputi antibiotik, analgesik, antiinflamasi, obat batuk dan pilek, obat lambung, steroid, obat hipertensi seperti amlodipin, serta multivitamin. Total nilai bantuan mencapai Rp 2.486.902 dengan masa kedaluwarsa hingga 2027–2028.

Ia menjelaskan, pemberian obat dilakukan sesuai keluhan pasien dan diagnosis dokter, termasuk untuk penanganan trauma akibat gempa. Selain itu, bantuan obat dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara juga telah diterima dan masih berada di Kota Ternate.

“Tim kesehatan turut mengajukan tambahan obat hipertensi jenis amlodipin dari Instalasi Farmasi Kota guna memenuhi kebutuhan pasien dengan tekanan darah tinggi,” sambungnya.

Saat ini, lanjut dia, di lokasi pengungsian, warga menjalani aktivitas secara sederhana. Dapur umum dikelola secara mandiri oleh warga di masing-masing tenda. Untuk kebutuhan sanitasi, warga masih memanfaatkan fasilitas MCK di rumah masing-masing, sementara kebutuhan air bersih dipenuhi dari sumber air di sekitar permukiman.

“Meski sempat terjadi pemadaman listrik dan gempa susulan, pelayanan kesehatan tetap berjalan. Tim medis terus siaga memberikan layanan kepada masyarakat terdampak,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *