Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melakukan pertemuan langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, guna membahas penanganan bencana yang terjadi di Maluku Utara pada 2 April 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Sherly menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah bergerak cepat melakukan pendataan di lapangan.

Berdasarkan hasil identifikasi sementara, tercatat ratusan rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum, termasuk satu unit sekolah, 14 rumah ibadah, serta fasilitas publik lainnya.

Sherly menegaskan upaya penanganan tidak hanya berhenti pada tahap pendataan. Pemerintah daerah, kata dia, akan segera mempercepat proses perbaikan dan pemulihan dengan memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

“Kami memastikan bahwa penanganan tidak berhenti pada pendataan. Langkah selanjutnya adalah percepatan perbaikan dan pemulihan, dengan prioritas pada kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNPB atas dukungan dan komitmen pemerintah pusat dalam membantu penanganan bencana di Maluku Utara.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, bersama seluruh pemangku kepentingan, menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan agar berjalan tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita mungkin diuji, tetapi kita tidak sendiri. Dari kebersamaan, kita pulih. Dari kepedulian, kita bangkit, lebih kuat dari sebelumnya,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *