Halmaheranesia – Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Provinsi Maluku Utara, Hairil Hi Hukum, menegaskan bahwa penentuan pemenang tender tidak semata-mata berdasarkan harga terendah, khususnya dalam metode pascakualifikasi.
Menurutnya, proses lelang dilakukan melalui tahapan evaluasi yang ketat dan berlapis guna memastikan penyedia yang terpilih benar-benar memenuhi syarat.
“Penawaran terendah belum tentu menang, karena ada proses evaluasi administrasi, teknis, dan biaya, serta pembuktian kualifikasi,” kata Hairil, Jumat, 10 April 2026.
Ia menjelaskan, tahap awal dimulai dari evaluasi administrasi untuk memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen peserta, seperti surat penawaran dan legalitas perusahaan.
Selanjutnya, panitia melakukan evaluasi teknis yang mencakup metode pelaksanaan pekerjaan, spesifikasi teknis, pengalaman kerja sejenis, hingga ketersediaan tenaga ahli dan peralatan.
“Jika secara teknis tidak memenuhi, meskipun harganya rendah tetap bisa gugur,” tegasnya.
Setelah itu, dilakukan evaluasi harga guna menilai kewajaran penawaran, termasuk rincian biaya serta koreksi aritmatik jika ditemukan kesalahan perhitungan.
Tahapan berikutnya adalah evaluasi kualifikasi calon pemenang, meliputi pemeriksaan legalitas usaha, pengalaman perusahaan, kemampuan keuangan, serta data personel dan peralatan.
Proses ini kemudian dilanjutkan dengan pembuktian kualifikasi melalui klarifikasi dan verifikasi dokumen asli, baik secara langsung maupun elektronik, untuk memastikan keabsahan data.
Hairil memastikan seluruh proses tender berjalan sesuai aturan yang berlaku dan dilakukan secara terbuka. Ia juga menegaskan tidak ada intervensi dalam penentuan pemenang proyek.
“Semua berdasarkan proses. Tidak ada pesanan atau arahan untuk memenangkan pihak tertentu,” ujarnya.
Ia menambahkan, peserta tender diberikan hak untuk mengajukan sanggahan apabila tidak puas dengan hasil evaluasi.
“Tujuan dari seluruh tahapan ini adalah memastikan proses pengadaan berjalan transparan, akuntabel, dan menghasilkan penyedia yang benar-benar kompeten,” pungkasnya.





