Halmaheranesia – Proyek pembangunan jalan dan jembatan ruas Ekor–SP4 Kobe di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, resmi menetapkan pemenang tender. PT Mina Fajar Abadi keluar sebagai pemenang setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dalam proses evaluasi.

Paket pekerjaan dengan pagu anggaran sebesar Rp 60,05 miliar yang bersumber dari APBD 2026 tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 17 kilometer.

Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan 1 Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Maluku Utara, Mansyur A. Rauf, menjelaskan penetapan pemenang dilakukan setelah melalui seluruh tahapan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proses evaluasi meliputi administrasi, teknis, harga, dan kualifikasi. Hasilnya, perusahaan memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam dokumen pemilihan,” ujar Mansyur saat dikonfirmasi, Minggu, 12 April 2026.

Ia mengakui, PT Mina Fajar Abadi sebelumnya pernah masuk dalam daftar hitam (blacklist) sebanyak dua kali pada tahun 2024, dengan masa sanksi masing-masing selama satu tahun.

Namun, setelah masa sanksi berakhir, perusahaan tersebut kembali diperbolehkan mengikuti tender pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dalam tahap evaluasi kualifikasi, Pokja melakukan pembuktian dokumen dengan memverifikasi serta mengklarifikasi kesesuaian data yang disampaikan peserta melalui sistem elektronik seperti SPSE dan SIKaP dengan dokumen asli.

Selain itu, pengecekan status daftar hitam dilakukan secara otomatis melalui sistem e-procurement yang terintegrasi secara nasional.

“Sistem akan langsung menolak perusahaan yang masih berstatus aktif dalam daftar hitam. Jadi, hanya peserta yang memenuhi syarat yang bisa lanjut,” jelasnya.

Ia menjelaskan, proyek ini meliputi sejumlah pekerjaan, di antaranya pembangunan drainase, pekerjaan tanah, perkerasan berbutir dan aspal, serta pembangunan struktur dan marka jalan.

“Dengan ditetapkannya pemenang tender, proyek pembangunan ruas Ekor–SP4 Kobe diharapkan segera memasuki tahap pelaksanaan guna meningkatkan konektivitas dan akses infrastruktur di wilayah Halmahera Timur,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *