Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menghadiri sekaligus menjadi keynote speaker pada kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara di Sahid Bela Hotel, Senin, 20 April 2026.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Maluku Utara di Era Digital ini turut dihadiri Kapolda, Kepala Kanwil DJPb, Sekretaris Daerah Maluku Utara, serta ratusan pelaku UMKM di Ternate.
Dalam sambutannya, Sherly menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kapasitas UMKM berbasis digital. Ia juga menyebut kegiatan ini sebagai ruang inkubasi bagi pelaku usaha agar mampu naik kelas.
Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, Maluku Utara membutuhkan semangat saling memberdayakan, terutama di kalangan perempuan. Ia mendorong perempuan untuk berani mengambil risiko, terus berkembang, dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.
“Karena itu, kita hadir di sini untuk berkolaborasi bersama Bank Indonesia dengan satu tujuan, yaitu menyiapkan langkah agar perempuan Maluku Utara benar-benar berdaya,” ujarnya.
Sherly mengungkapkan, sekitar 60 persen perekonomian Maluku Utara ditopang oleh sektor UMKM. Dengan demikian, penguatan sektor ini akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah.
Ia pun mengingatkan pelaku UMKM agar lebih adaptif dan tangguh dalam menghadapi perubahan, serta mampu membaca realitas pasar.
“Pelaku UMKM harus dekat dengan kebutuhan pasar dan tidak mudah menyerah. Tugas pemerintah bukan mengubah, tetapi memperkuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sherly berharap ekonomi digital dapat menjadi solusi atas keterbatasan geografis di wilayah kepulauan, sehingga akses pasar menjadi lebih luas.
Ia mencontohkan, perempuan di wilayah Halmahera dan pulau-pulau kecil kini dapat memasarkan produk hanya melalui ponsel, seiring dengan peningkatan kapasitas digital.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemicu awal untuk memahami dan memanfaatkan ekonomi digital secara nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, mengapresiasi antusiasme para peserta, khususnya pelaku UMKM perempuan. Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini.
Menurut Handi, pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas UMKM agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kemajuan ekonomi akan sangat ditentukan oleh kesiapan kita bertransformasi. Ada target rasio agar UMKM bisa naik kelas di tingkat nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, UMKM merupakan pilar utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Koperasi dan UMKM, tercatat sekitar 30,19 juta UMKM yang berkontribusi hingga 60 persen terhadap perekonomian.
“Karena itu, Bank Indonesia terus menghadirkan berbagai program dan strategi untuk mendukung UMKM agar tetap bertahan, tumbuh, dan berkembang,” pungkasnya.





