Halmaheranesia – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan di wilayah Patani, Kabupaten Halmahera Tengah.
Apresiasi tersebut disampaikan usai kunjungan kerja selama dua hari, 17–18 April 2026, ke delapan SMA dan SMK yang tersebar di Banemo, Gemia, dan Tepeleo.
Menurut Abubakar, keterlibatan masyarakat tidak hanya terlihat dari dukungan terhadap fasilitas belajar, tetapi juga dari hubungan yang harmonis antara warga dan para guru.
Ia menilai kondisi tersebut berdampak positif, karena membuat tenaga pendidik merasa nyaman dan betah bertugas, meski berada di wilayah dengan rentang kendali yang cukup jauh.
“Sekolah, guru, dan masyarakat harus menyatu. Guru juga perlu hadir sebagai bagian dari masyarakat, aktif membangun kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan hari terakhir ujian sumatif kelulusan. Pada momen itu, terlihat para orang tua sejak pagi memadati lingkungan sekolah untuk memberikan dukungan kepada anak-anak mereka yang tengah mengikuti ujian.
Para orang tua datang membawa makanan dan dinikmati bersama setelah ujian selesai. Tradisi ini, menurut para guru, telah berlangsung lama dan menjadi kebiasaan setiap pelaksanaan ujian akhir.
“Pihak sekolah bahkan menyiapkan ruang khusus untuk menampung hidangan yang dibawa oleh para orang tua,” jelasnya.
Abubakar yang turut berbaur dengan masyarakat menilai tradisi tersebut sebagai wujud nyata keterlibatan warga dalam pendidikan, sekaligus menjadi ruang mempererat silaturahmi.
Namun demikian, ia mengingatkan agar semangat kebersamaan itu juga diarahkan pada hal-hal yang lebih produktif, seperti mengawasi proses belajar anak di rumah, memperkuat disiplin, serta memberikan dukungan yang konstruktif tanpa melanggar aturan. Kehadiran orang tua saat ujian memberikan dorongan moral bagi siswa.
“Ini merupakan modal sosial yang penting bagi penguatan pendidikan,” sebutnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan pihak sekolah, tetapi juga pada kolaborasi erat dengan masyarakat, khususnya orang tua.
“Inilah ekosistem pendidikan yang kita harapkan,” pungkasnya.





