Halmaheranesia – Sejumlah organisasi mahasiswa bersama pedagang Pasar Higienis Kota Ternate menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor wali Kota Ternate, Senin, 4 Mei 2026.

Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Massa aksi menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi pasar serta pelayanan publik. Dalam aksi, massa sempat membuang sejumlah sayuran ke halaman kantor wali kota.

Koordinator aksi, Muid Musapao, dalam orasinya menegaskan bahwa salah satu tuntutan utama adalah permintaan agar pemerintah menyediakan tempat yang layak bagi pedagang daun pandan dan pedagang pisang.

“Kondisi tempat berjualan saat ini belum memadai dan tidak mendukung aktivitas ekonomi mereka secara optimal,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan akses jalan di Pasar Barito yang dinilai perlu ditata lebih baik demi kenyamanan pedagang maupun pengunjung.

Muis juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar lebih layak dan merata bagi masyarakat.

“Biaya pendidikan makin mahal, sementara fasilitas tidak memadai. Hal ini penting untuk segera diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, Tini, salah satu pedagang Pasar Higienis, mengaku saat ini merasa bingung karena lokasi berjualan terus bergeser.

Ia menilai para pedagang kerap hanya dijadikan komoditas politik saat momentum pemilihan kepala daerah.

Torang (kami) hanya diperhatikan saat mendekati pemilihan. Jadi, Bapak Wali Kota jangan hanya duduk di dalam ruangan, sementara masyarakat di pasar menderita,” ujarnya.

Tini juga mempertanyakan peran wakil rakyat, khususnya DPRD Komisi II, yang dinilai belum memperjuangkan aspirasi pedagang.

“Waktu pemilihan, ngoni (kalian) iming-iming torang, tapi hasilnya nihil. Jadi jangan cuma duduk santai di kursi,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *