Halmaheranesia – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari tiga pendaki yang hilang akibat erupsi Gunung Dukono dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu, 9 Mei 2026.
Korban ditemukan di area dekat kawah gunung setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat erupsi terjadi. Saat ditemukan, korban berada di bawah timbunan material abu vulkanik di zona yang sangat dekat dengan pusat aktivitas vulkanik.
Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, membenarkan penemuan tersebut. Namun hingga kini identitas korban belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah saat ditemukan.
“Tim SAR Gabungan telah menemukan salah satu korban. Namun untuk identitas maupun ciri-ciri korban belum bisa dipastikan secara jelas, karena saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Iwan.
Saat ini tim gabungan masih melakukan proses evakuasi jenazah menuju posko utama. Proses tersebut menghadapi kendala berat akibat aktivitas erupsi yang masih berlangsung serta cuaca buruk di kawasan puncak.
“Proses pencarian dan evakuasi ini sedikit terkendala dengan cuaca yang ada di lokasi pencarian,” tambahnya.
Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan. Sebelumnya dilaporkan sebanyak 20 pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono.
Adapun tiga pendaki yang sempat dinyatakan hilang yakni Heng Wen Qiang Timothy (30), warga negara Singapura; Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), warga negara Singapura; dan Enjel, seorang perempuan warga negara Indonesia.





