Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menghadiri kegiatan ITB Women in STEAM di Kampus Institut Teknologi Bandung, Kamis, 14 Mei 2026.
Dalam agenda tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menandatangani kerja sama dengan ITB untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset terapan, hingga program pengabdian masyarakat berkelanjutan.
Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Rektor ITB Tatacipta Dirgantara bersama Gubernur Sherly Tjoanda. Kolaborasi itu diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di berbagai sektor strategis di Maluku Utara.
Gubernur Sherly mengatakan, pertumbuhan kawasan industri di Maluku Utara harus dibarengi dengan kesiapan SDM lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Kami punya kewajiban untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi putra-putri Maluku Utara. Banyak tenaga dan skill yang dibutuhkan di bidang metalurgi hingga supply chain,” ujar Sherly.
Menurutnya, kerja sama dengan ITB diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Maluku Utara untuk terlibat dalam sektor industri yang terus berkembang di daerah.
Selain fokus pada industri, Pemprov Maluku Utara juga membuka peluang kolaborasi dengan alumni dan mahasiswa ITB dalam mendukung program swasembada pangan, mulai dari sektor pertanian hingga kelautan.
Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menegaskan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ilmu yang tidak turun ke masyarakat adalah ilmu yang belum selesai,” katanya.
Diketahui, ITB Women in STEAM sendiri merupakan forum kolaboratif yang menghadirkan perempuan inspiratif dari berbagai sektor Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), baik dari kalangan akademisi, industri, maupun pemerintahan.





