Halmaheranesia -Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menerima penghargaan langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, atas keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang berlangsung di Lombok, Selasa, 19 Mei 2026.
Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, serta para kepala daerah dan unsur Forkopimda dari Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Ternate juga menerima insentif sebesar Rp 3 miliar sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap keberhasilan daerah menjalankan program prioritas nasional, khususnya pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan prevalensi stunting.
Di bawah kepemimpinan M. Tauhid Soleman bersama Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Pemkot Ternate dinilai berhasil menghadirkan berbagai kebijakan strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Ternate terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, intervensi gizi terpadu, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan data terpadu kesejahteraan sosial, hingga peningkatan akses pelayanan dasar bagi kelompok rentan.
Wali Kota Ternate menyampaikan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat Kota Ternate.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah daerah, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Kota Ternate yang terus mendukung berbagai program pembangunan. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan dan stunting,” ujar Tauhid.
Ia menegaskan penanganan kemiskinan dan stunting menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Ternate karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan kerja terpadu antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, OPD teknis, kader posyandu, stakeholder, serta dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat implementasi program pembangunan di daerah.





