Halmaheranesia– Pembangunan Jembatan Ake Busale pada ruas jalan Saketa–Dehepodo, di Desa Cango, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, terus menunjukkan perkembangan.
Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek yang menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur Pemerintah Provinsi Maluku Utara itu telah mencapai 41 persen.
Proyek senilai Rp 3.311.917.000 tersebut dikerjakan oleh CV Wosso Mobon dengan target penyelesaian pada 31 Oktober 2026.
Direktur CV Wosso Mobon, Reza Buang, mengatakan pekerjaan saat ini telah memasuki tahap pemasangan bekisting abutment setelah sebelumnya menyelesaikan sejumlah tahapan konstruksi.
“Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 41 persen dan kami masih memiliki waktu pelaksanaan hingga 31 Oktober 2026. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan,” kata Reza.
Ia menjelaskan, pembayaran proyek telah dilakukan melalui termin pertama dan termin kedua, menyesuaikan dengan capaian progres pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, tahapan pekerjaan diawali dengan persiapan yang meliputi MC-0, pembangunan direksi keet, mobilisasi alat dan material, pembersihan lokasi, serta pembuatan jalan alternatif. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pembuatan sumuran, pengujian laboratorium, pengecoran sumuran, perakitan tulangan abutmen, hingga kini memasuki tahap pemasangan bekisting abutmen.
Dengan sisa waktu pelaksanaan sekitar tiga bulan, pihak kontraktor memastikan pekerjaan akan terus dipercepat agar dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
“Kami masih memiliki waktu sampai 31 Oktober 2026. Artinya, kami masih punya waktu beberapa bulan ke depan dan tetap berkomitmen agar pekerjaan ini berjalan sesuai target hingga selesai,” pungkas Reza.





