Halmaheranesia – Seorang pemuda asal Desa Meti, Kabupaten Halmahera Utara, Jeit Oga (21 tahun), yang sempat hilang akibat terseret ombak di Pantai Desa Bido, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
Sebelumnya, kejadian bermula pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 18.00 WIT. Tiga warga Desa Meti, Kabupaten Halmahera Utara, diketahui sedang menghadiri sebuah kegiatan di Desa Bido, Pulau Morotai.
Mereka datang ke lokasi kegiatan dengan berenang melalui Pantai Desa Bido. Saat sedang berenang, ketiganya diduga terseret ombak dan arus.
Dua korban berhasil selamat, sementara satu korban atas nama Jeit Oga (21) tidak berhasil ditemukan. Masyarakat bersama unsur terkait kemudian melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Proses pencarian tersebut baru membuahkan hasil pada Kamis, 16 Juli 2026, sekitar pukul 08.15 WIT. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Komandan Pos Unit Siaga SAR Morotai, M. Rizal, mengatakan pencarian hari kedua terhadap korban dimulai pada pukul 07.00 WIT dengan pelaksanaan briefing. Selanjutnya, pada pukul 07.15 WIT, tim melanjutkan pencarian menggunakan perahu longboat milik masyarakat setempat.
Rizal menjelaskan, sekitar pukul 08.15 WIT, Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban sekitar 200 meter dari bibir Pantai Desa Bido. Korban kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ujar Rizal, Kamis, 16 Juli 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bido serta masyarakat setempat yang telah berperan aktif membantu proses pencarian sehingga korban dapat ditemukan dalam waktu kurang dari 24 jam,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut antara lain Unit Siaga SAR Morotai, TNI AL, Polairud, BPBD Pulau Morotai, Pemerintah Desa Bido, Bhabinkamtibmas, Babinsa setempat, masyarakat Desa Bido, serta keluarga korban.





