Halmaheranesia – Seorang warga BTN, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat memanah ikan di perairan belakang Masjid Raya Al-Munawar, Jumat, 17 Juli 2026.
Korban diketahui bernama Irfan Daud Syamsudin (48). Ia berangkat memanah ikan sekitar pukul 07.30 WIT dengan mengenakan wetsuit atau pakaian selam.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Ferdinando Jofandri, mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga setelah korban tak kunjung kembali hingga usai Salat Jumat.
“Korban berangkat memanah ikan sekitar pukul 07.30 WIT di perairan belakang Masjid Raya Al-Munawar. Hingga selesai Salat Jumat, korban belum juga kembali, padahal biasanya ia tidak membutuhkan waktu selama itu saat mencari ikan di lokasi tersebut. Merasa khawatir, keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Ternate,” ujar Ferdinando.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas Ternate langsung diberangkatkan ke lokasi menggunakan Rubber Boat dan Sea Rider untuk melakukan operasi pencarian.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pada pukul 15.44 WIT, petugas menemukan alat panah yang diduga milik korban di sekitar bangkai KMP Pari pada kedalaman sekitar 10 meter.
Selanjutnya, pada pukul 16.08 WIT, tim penyelam Basarnas Ternate melakukan persiapan penyelaman. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 16.11 WIT, tim SAR gabungan bersama Nukila Dive melakukan penyelaman menggunakan metode free dive. Dalam pencarian tersebut, tim menemukan objek yang diduga merupakan korban di kedalaman sekitar 27 meter, tepatnya di belakang Duafa Center.
Korban akhirnya ditemukan pada pukul 16.23 WIT di sebelah timur Duafa Center pada kedalaman 27 meter.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Dermaga Apung Nukila Dive sebelum dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Ternate, Polairud, TNI AL, Nukila Dive, serta keluarga korban. Basarnas Ternate juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam operasi SAR tersebut.





