Halmaheranesia – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku Utara menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK dalam upaya mengendalikan inflasi melalui edukasi dan penguatan sektor riil di tingkat masyarakat.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Launcing Program Rindang Berseri yang diinisasi oleh TPID Maluku Utara yang berlangsung di Kantor Camat Utara, Jumat, 7 Agustus, 2026.

Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad menjelaskan Bank Indonesia membangun sinergi dengan Tim Penggerak PKK sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pengelolaan konsumsi rumah tangga, pemanfaatan pekarangan, serta pengembangan komoditas pangan yang sering menjadi penyumbang inflasi di daerah.

“Kolaborasi ini dibangun agar terus mendorong penguatan ketahanan pangan, menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis, serta melakukan berbagai intervensi agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Ia menjelaskan, BI memiliki tiga tujuan utama sesuai amanat undang-undang, yakni menjaga stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan. Ketiga tujuan tersebut menjadi fondasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Menurutnya, stabilitas nilai rupiah dapat dilihat dari dua aspek. Pertama, nilai rupiah terhadap barang dan jasa yang tercermin melalui tingkat inflasi atau daya beli masyarakat. Kedua, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

“Inflasi harus tetap ada, tetapi berada pada tingkat yang rendah dan stabil. Inflasi yang terkendali dapat mendorong pelaku usaha untuk terus berproduksi dan berinvestasi, namun tidak membebani daya beli masyarakat,” jelasnya.

Ia menerangkan, inflasi yang terlalu tinggi akan mengurangi kemampuan masyarakat membeli kebutuhan pokok. Sebaliknya, inflasi yang berfluktuasi tajam juga menyulitkan pelaku usaha dalam menentukan harga karena tidak adanya kepastian biaya produksi dan bahan baku.

Bank Indonesia, lanjutnya, memiliki kewenangan melalui kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi dari sisi permintaan, seperti mengatur jumlah uang yang beredar dan suku bunga. Namun, kebijakan tersebut tidak cukup untuk mengatasi inflasi yang berasal dari sisi pasokan.

“Inflasi juga dipengaruhi oleh ketersediaan barang. Untuk mengendalikan inflasi dari sisi pasokan dibutuhkan kebijakan di sektor riil, seperti meningkatkan produktivitas petani, memperkuat UMKM, dan memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ternate, Marliza Marsaoly menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan terhadap program tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara atas terlaksananya kegiatan ini. Ini merupakan jadwal pertama dari rangkaian edukasi yang akan dilaksanakan bersama PKK di tujuh kecamatan di Kota Ternate,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan program nasional Tim Penggerak PKK bertajuk Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat untuk Indonesia Emas, yang kemudian ditindaklanjuti oleh PKK Kota Ternate melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba pemanfaatan pekarangan rumah.

Menurutnya, pada awal pelaksanaan program, pihaknya sempat pesimis karena keterbatasan yang dimiliki PKK sebagai organisasi pemberdayaan masyarakat. Namun, dukungan dari Bank Indonesia memberikan semangat baru untuk menjalankan program tersebut.

“Kami menganggap pertemuan dengan Bank Indonesia ini sebagai rezeki. Dukungan ini memberikan keyakinan bahwa program yang kami rancang bisa berjalan dan berkembang,” katanya.

Ke depan, kelurahan yang menjadi pemenang lomba pekarangan rumah akan mendapatkan pendampingan dari Tim Penggerak PKK Kota Ternate. Program tersebut juga direncanakan berlanjut pada 2027 dengan pengembangan pemanfaatan limbah makanan sebagai pupuk organik.

“Kami berharap Bank Indonesia tetap memberikan dukungan sehingga program ini dapat terus berkesinambungan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *