Halmaheranesia – Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III menyelenggarakan Media Meet Up Maluku Utara sebagai upaya memperkuat sinergi bersama media dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap industri perbankan.

Sekadar diketahui, LPS merupakan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

LPS berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan, melaksanakan resolusi bank, turut aktif memelihara stabilitas sistem keuangan, serta akan menjalankan Program Penjaminan Polis mulai tahun 2028.

Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, menyampaikan apresiasi kepada insan media di Maluku Utara yang selama ini menjadi mitra strategis LPS dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dibangun melalui informasi yang akurat. Untuk itu, LPS memandang media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menangkal penyebaran hoaks terkait sektor keuangan,” kata Fuad saat memberi sambutan dalam kegiatan yang berlangsung di Bella Hotel, Ternate, Senin, 10 Agustus 2026.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Prayitno Amigoro, menyampaikan bahwa hingga 30 Juni 2026 sebanyak 2,07 juta rekening atau 99,98 persen rekening nasabah bank di Maluku Utara dijamin penuh oleh LPS.

Angka tersebut, kata dia, lebih tinggi dibandingkan cakupan nasional yang mencapai 99,95 persen.

“LPS menjamin simpanan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank. Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan kriteria simpanan layak bayar atau syarat 3T, yakni simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima nasabah tidak lebih besar dari Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, dan nasabah bukan merupakan pihak yang melakukan pelanggaran hukum yang menyebabkan kerugian bank,” jelas Prayitno.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Khairun, Dr. Aziz Hasyim, menekankan sektor keuangan sangat bergantung pada kepercayaan atau trust publik. Karena sifatnya yang rentan terhadap sentimen, sehingga peredaran informasi yang akurat menjadi sangat penting.

Menurutnya, stabilitas keuangan merupakan motor penggerak ekonomi. Jika sistem keuangan sehat, modal dapat mengalir dengan lancar ke sektor riil, bisnis tetap berjalan, dan lapangan kerja terus terbuka.

“Media memiliki peran strategis sebagai penggerak literasi publik sekaligus penjernih informasi. Pemberitaan yang edukatif, objektif, dan berbasis data sangat penting dalam membantu mencegah penyebaran rumor maupun informasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *