Halmaheranesia – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengakui masih terdapat banyak pekerjaan rumah dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Dari sekitar 314 ribu jiwa penduduk Kota Ternate, pelayanan air bersih melalui Perumda Ake Gaale saat ini baru menjangkau sekitar 150 ribu jiwa.
Hal itu disampaikan Tauhid saat peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di RT 09, Kelurahan Moya, yang dirangkaikan dengan penandatanganan hibah sebidang tanah dari Abdullah A.S. Partaey kepada Pemerintah Kota Ternate untuk kepentingan operasional Perumda Ake Gaale.
Tauhid menjelaskan, jumlah pelanggan Perumda Ake Gaale saat ini sekitar 36 ribu pelanggan. Jika setiap pelanggan diasumsikan rata-rata melayani empat orang, maka cakupan pelayanan baru sekitar 150 ribu jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan masih ada sekitar 60 ribu warga yang belum mendapatkan fasilitas air bersih dari pemerintah daerah.
“Artinya masih banyak PR yang harus kita penuhi agar harapan untuk warga Ternate mendapatkan air bersih, tetap ada,” kata Tauhid.
Menurutnya, tantangan penyediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan jumlah pelanggan, tetapi juga kondisi geografis dan perkembangan permukiman. Sejumlah kawasan berada di ketinggian hingga mendekati 350 meter di atas permukaan laut, sehingga distribusi air menjadi lebih sulit. Sebagian masyarakat pun masih memenuhi kebutuhan air secara mandiri dengan membeli air, menampung air hujan, maupun memanfaatkan air dari gunung.
Pertumbuhan permukiman yang tidak selalu mengikuti tata ruang juga menjadi persoalan. Tauhid menyebut masyarakat kerap membangun rumah terlebih dahulu sebelum infrastruktur dasar tersedia, sehingga pemerintah kesulitan mengantisipasi kawasan yang berkembang cepat.
Selain persoalan distribusi, Tauhid menyoroti pentingnya menjaga kawasan penyimpan air, termasuk bebatuan dan vegetasi yang berfungsi menahan air. Kekhawatiran itu semakin besar karena musim panas telah berlangsung lebih dari satu bulan tanpa hujan.
“Kota Ternate ini pulau, dia sangat terbatas. Baik terbatas sumber daya air maupun keterbatasan-keterbatasan yang ada,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Ternate terus mendorong Perumda Ake Gaale memperluas pelayanan, termasuk ke wilayah Kastela, Jambula, Pulau Hiri, Pulau Batang Dua hingga Pulau Moti.
Sementara itu, Direktur Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Syah mengatakan sejumlah wilayah seperti Maliaro, Tobona dan Tubo menjadi perhatian dalam pengembangan jaringan. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat.
Firman menyebut sebagian warga di wilayah tersebut telah tinggal lebih dari 20 tahun, namun masih mengandalkan air dengan membeli, menampung air hujan, atau memanfaatkan air dari gunung. Kondisi itu semakin sulit karena debit air gunung terus berkurang.
Perumda kemudian melakukan uji coba terhadap bak penampungan di Takome yang sebelumnya tidak digunakan. Hasilnya, bak tersebut masih berfungsi dengan baik sehingga Perumda mendorong pembangunan jaringan menuju permukiman warga.
“Khusus RT 09, saat ini tercatat 78 warga telah mendaftar untuk mendapatkan layanan air bersih, dengan jaringan direncanakan berlanjut hingga jalan menuju Taman Love,” pungkasnya.





