Halmaheranesia – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara terus melakukan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Halmahera Barat.

Sebelumnya, telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Kamis, 20 Agustus 2026 di wilayah Desa Hijrah, Kecamatan Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur TNI, khususnya Korem dan Yonif 732/Banau.

Setelah kebakaran di wilayah Sidangoli berhasil dipadamkan, tim PUPR masih melakukan penyisiran terhadap sejumlah titik yang dinilai rawan kembali terbakar.

Pada Minggu, 23 Aguatus 2026, armada mobil tangki air PUPR melakukan penyiraman di sepanjang ruas Boso–Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan. Penyiraman difokuskan pada kawasan dengan vegetasi kering yang berpotensi menjadi titik awal kebakaran.

Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, mengatakan penyiraman dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah munculnya kembali titik api.

“Kami terus menyisir titik-titik yang rawan terbakar. Setelah api padam, kita tidak berhenti. Area yang kering dan berpotensi menjadi titik api kita lakukan penyiraman sebagai langkah pencegahan,” ujar Risman.

Menurutnya, tim PUPR akan terus bergerak di sejumlah kawasan yang memiliki potensi kebakaran, khususnya lokasi dengan kondisi vegetasi yang mengering.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko munculnya kembali titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

“Prinsipnya kita bergerak sebelum api membesar. Kalau ada lokasi yang rawan, kita lakukan langkah antisipasi sedini mungkin,” katanya.

Risman menegaskan, upaya penyisiran dan penyiraman akan terus dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascakebakaran sekaligus pencegahan Karhutla.

Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di sepanjang wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.

“Api telah padam, namun upaya pencegahan terus dilakukan untuk memastikan wilayah rawan Karhutla tetap aman,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *