05
November
2026
Kamis - : WIB

Mahasiswa UMMU Demo, Soroti Fasilitas hingga Honor Dosen

M Rifal Hi Abdullah
November 5, 2026 pada Kabar Daerah
Aksi sejumlah mahasiswa di kampus UMMU, Ternate. Foto (Rifal/halmaheranesia)

Halmaheranesia — Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menggelar demonstrasi di depan Gedung Rektorat UMMU, Kamis, 5 November 2026.

Aksi yang mengatasnamakan Front Perjuangan Mahasiswa Muhammadiyah Maluku Utara itu menyoroti sejumlah persoalan di lingkungan kampus.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pihak universitas bertanggung jawab atas berbagai persoalan, mulai dari kerusakan fasilitas kampus, transparansi anggaran kemahasiswaan, hingga honor dosen yang disebut belum dibayarkan.

Koordinator aksi, Hasrul, menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap kondisi kampus yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pihak universitas.

“Fasilitas di kampus sangat tidak layak, mulai dari ruang belajar yang terbatas, kursi yang sudah rusak, WC tidak berfungsi, listrik, dan Wi-Fi. Hal ini yang membuat kami melakukan demonstrasi menuntut kampus bertanggung jawab terhadap masalah ini,” ucap Hasrul, Kamis, 5 November 2026.

Selain persoalan fasilitas, Hasrul juga menyoroti belum aktifnya lembaga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas yang hingga kini belum dibentuk. Ia turut mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran kemahasiswaan, khususnya yang diperuntukkan bagi organisasi internal mahasiswa.

“Kami juga menuntut kampus untuk melakukan transparansi anggaran kemahasiswaan. Karena sampai sejauh ini, transparansi anggaran untuk organisasi internal mahasiswa tidak ada sama sekali,” katanya.

Tanggapan Warek III UMMU

Menanggapi demonstrasi tersebut, Wakil Rektor III UMMU, Aji Deni, menyampaikan bahwa pihak universitas akan menindaklanjuti berbagai persoalan yang menjadi desakan mahasiswa sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Terkait isu transparansi anggaran, fasilitas, honor dosen, serta dugaan nepotisme dan pungutan, semuanya akan kami koordinasikan dengan pimpinan universitas dan bidang terkait agar dapat ditelaah secara objektif dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Aji Deni saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat.

Ia juga meminta mahasiswa menyampaikan data atau laporan apabila menemukan persoalan di lingkungan kampus agar dapat diproses secara adil.

Ia memastikan organisasi kemahasiswaan intra kampus, seperti BEM, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), akan berjalan dengan baik.

Menurutnya, organisasi kemahasiswaan harus tetap menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara bermartabat.

“Kami tidak ingin ada ruang demokrasi kampus yang terbungkam, karena kampus justru tempat tumbuhnya budaya berpikir kritis. Dengan semangat kekeluargaan dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan, mari kita jaga kampus tetap kondusif, aman, dan harmonis, serta menyelesaikan setiap persoalan lewat musyawarah,” tutupnya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright halmaheranesia
MENU