Halmaheranesia – Calon gubernur Maluku Utara, Sultan Tidore Husain Alting Sjah, memastikan akan benar-benar peduli dengan adat istiadat maupun potensi kearifan lokal di Maluku Utara.
Dalam debat kandidat Pilgub Maluku Utara 2024 yang dilaksanakan di Sofifi, Selasa, 12 November 2024, Sultan Husain berkomitmen memperjuangkan adat istiadat dan kearifan lokal yang selama ini sudah mulai terdegradasi.
Namun, baginya perihal itu tidak semudah membalikan telapak tangan, karena semua mendapat tantangan yang luar biasa.
Sebagai seorang yang pernah menjadi kepala dinas pariwisata Kota Ternate selama empat tahun, Husain mengaku paham betul lika-liku pengembangan pariwisata di Maluku Utara, terutama yang berhubungan dengan adat istiadat.
“Pengembangan pariwisata terkolerasi dengan apa yang disebut adat istiadat, karena itulah jualan kita untuk bagaimana menarik orang dari luar untuk datang ke sini (Malut),” kata Husain.
Meski begitu, Husain menyayangkan, lantaran ada beberapa kearifan lokal yang berhadapan dengan kekuatan industri yang mengancam adat istiadat.
“Saya dalam posisi Sultan, merasakan betul bagaimana perlakuan yang dilakukan kepada kami, di mana ada ketidakadilan. Oleh karena itu, saya juga sering menyuarakan ini di mana-mana, bahwa tidak boleh menganggap adat sebagai kompetitor,” jelasnya.
“Tetapi kalau adat diperlakukan dan ditempatkan pada tempat yang semestinya, maka adat punya kontribusi terbesar untuk ketahanan nasional dan Indonesia menjadi berwarna, dan bisa dilihat oleh banyak orang serta menjadi contoh bagaimana membangun sebuah peradaban,” pungkasnya.





