Halmaheranesia – Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku Utara merespons postingan yang diunggah akun Bernato Liandro di Grup Facebook Suara Warga Ternate (Swarta) 2024-2029, pada 10 November 2024.
Akun Facebook Bernato Liandro dalam postingan menuliskan, “Terima kasih Miya Lili, Shery itu kan janda janda itu suci jadi ibu ibu semalam di amara bilang ibu sherly seperti hadija istri nabi, Hadija malukuutara”.
Formatur Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku Utara M. Akbar M. Lakoda mengatakan, Siti Khadijah dikenal sebagai teladan perempuan muslimah sedunia.
“Beliau adalah sosok yang mendampingi Rasulullah SAW dalam memperjuangkan ajaran Islam, bahkan mengorbankan seluruh hartanya untuk pembebasan umat dari perbudakan dan kemiskinan. Khadijah a.s. telah memperoleh tempat istimewa di hati umat Islam, karena keikhlasan dan kebaikan hatinya yang luar biasa. Bagi umat Islam, menyamakan diri dengan Khadijah saja terasa berdosa, karena beliau adalah sosok yang sulit ditandingi, tetapi tetap menjadi teladan yang patut diikuti,” papar Akbar, melalui siaran persnya, Rabu, 13 November 2024.
“Sherly Tjoanda memang seorang perempuan dan seorang janda yang melanjutkan perjuangan mendiang suaminya sebagai calon gubernur Maluku Utara. Namun, betapapun baik peran dan kiprah beliau, tidaklah pantas disandingkan dengan Siti Khadijah,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap kandidat tentunya memiliki strategi untuk mengonsolidasikan basis massa, termasuk pendekatan kepada umat Islam. Namun, upaya tersebut tidak seharusnya melibatkan hal-hal yang dianggap sakral oleh umat Islam.
“Dengan demikian, saya menilai tim Sherly Tjoanda telah gagal menarik perhatian umat Islam dengan cara yang layak. Saya merasa sangat kecewa dengan pernyataan yang tidak menghargai kepercayaan dan nilai-nilai umat Islam ini. Hal ini tidak dapat dibiarkan,” ujar Akbar.
“Saya meminta Kapolda Maluku Utara untuk menindak tegas pihak yang membuat pernyataan tersebut dan menyebabkan keresahan di kalangan umat Islam di Maluku Utara. Tindakan ini jelas merupakan pelecehan terhadap umat Islam dan perlu ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Tim Media Center Sherly Desak Kepolisian Lacak Akun Penyebar Kampanye Hitam
Mengenai informasi tersebut, Koordinator Media Center Mabes 04, Dr. Nurlaela Syarif, mengatakan tidak ada pendukung paslon nomor 4 Sherly dan Sarbin yang pernah menyampaikan pernyataan samakan Sherly Tjoanda dengan istri Nabi.
“Seluruh pendukung Sherly sangat paham tentang keberagaman, toleransi antarumat beragama, sangat menghargai perbedaan. Pendukung Sherly – Sarbin ingin menang dengan gagasan dan keadilan,” ucap Nurlaela, melalui siaran persnya, Rabu, 13 November 2024.
Pihaknya juga meminta kepolisian segera menelusuri akun palsu yang secara sengaja melanggar aturan, yaitu larangan menghina seseorang, agama, semua ras dan golongan, yang terdapat pada pasal 57 dan 66 PKPU Nomor 13 Tahun 2024 tentang kampanye.
“Para ustad juga diminta mencerna betul isu dan berita yang beredar di media sosial dari mana sumbernya, sehingga jangan menuduh seseorang yang terkesan ada keberpihakan calon tertentu, mestinya ustad memberikan ceramah yang bernuansa keberagaman,” jelasnya.





