Halmaheranesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026 sebagai upaya menyuarakan nilai antikorupsi melalui medium kreatif. Program ini menjadi ruang kampanye edukatif yang menyasar generasi muda.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan ACFFEST Movie Day 2026 bertujuan menginspirasi pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum agar lebih peduli terhadap isu korupsi.

“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena lebih mudah diterima masyarakat. Pesan yang ingin disampaikan KPK bisa terserap dengan baik,” ujar Amir, Sabtu, 18 April 2026.

Rangkaian kegiatan ACFFEST 2026 digelar di 12 provinsi yang mencakup 40 kabupaten/kota, di antaranya Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Riau, Maluku Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan DKI Jakarta.

Di Maluku Utara, kegiatan ini digelar di sejumlah titik, antara lain SMK Negeri 1 Tikep dan SMA Negeri 1 Tikep di Tidore, SMP Negeri 7 serta SMP Islam 1 Ternate, juga Benteng Oranje dan Taman Film Ternate. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada 14, 15, dan 18 April.

Selama agenda, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari pemutaran film pendek, diskusi bersama narasumber dari komunitas film, akademisi, hingga penyuluh antikorupsi.

Selain itu, terdapat pertunjukan seni lokal, produksi konten, pentas teater, hingga dialog publik melalui media.

Sineas sekaligus Ketua Panitia ACFFEST Movie Day 2026 Maluku Utara, Aswin A. Ilyas, mengapresiasi konsistensi KPK menghadirkan ACFFEST sejak 2013.

Menurutnya, pendekatan audiovisual merupakan cara efektif untuk menjangkau generasi muda.

“Medium yang paling mudah diterima anak muda saat ini adalah audiovisual. Mereka sangat dekat dengan video, sehingga pesan antikorupsi bisa masuk secara alami,” ujarnya.

Aswin juga menilai kehadiran ACFFEST mampu memperkuat ekosistem perfilman daerah serta membuka koneksi antar-sineas di berbagai wilayah.

Sayembara Film, Terbuka untuk Sineas Maluku Utara

Dalam rangkaian ACFFEST 2026, KPK juga kembali menggelar kompetisi film pendek bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga”.

Program ini menjadi ruang bagi sineas untuk tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar, memproduksi, dan mendistribusikan karya yang mengangkat nilai-nilai antikorupsi.

Kasatgas I Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Adhi Setyo Tamtomo, menjelaskan kompetisi ini bertujuan menanamkan nilai integritas seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian, dan keadilan.

“Selama ini film antikorupsi sering dipahami sebagai cerita tentang tindakan korupsi secara langsung. Padahal, nilai-nilai integritas bisa disampaikan melalui berbagai perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Kompetisi ini terbuka untuk umum dengan beberapa kategori, yakni ide cerita film pendek, film pendek fiksi, film pendek pelajar, hingga film pendek vertikal untuk kementerian/lembaga. Pendaftaran dibuka sejak 1 April hingga akhir Mei 2026.

Khusus untuk wilayah Maluku Utara, proposal ide cerita terbaik akan mendapatkan bantuan dana produksi sebesar Rp 60 juta, serta kesempatan mengikuti Movie Camp dan pendampingan teknis dari mentor profesional.

Film-film terpilih nantinya akan diproduksi pada Juli hingga September 2026 dan diputar dalam malam penganugerahan ACFFEST 2026 di Jakarta pada 25 November, qmenjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.

Melalui ACFFEST, KPK berharap lahir sineas-sineas muda yang mampu menyuarakan isu antikorupsi secara kreatif dan relevan, sekaligus memperkuat gerakan kolektif dalam membangun budaya integritas di Indonesia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *