Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.

Salah satu program yang menjadi perhatian yakni distribusi 100 ekor sapi kurban ke seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus membantu masyarakat menghadapi Iduladha.

“Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan beberapa langkah taktis,” kata Sherly, Minggu, 17 Mei 2026.

Selain distribusi hewan kurban, lanjut dia, Pemprov Malut juga akan rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 kabupaten/kota dengan menyediakan komoditas utama seperti beras, bawang, cabai, dan tomat.

Dalam sektor pertanian, Pemprov Maluku Utara mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian berupa program cetak sawah baru seluas 10 ribu hektar serta aktivasi kembali 4.600 hektar sawah di wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Timur.

Tak hanya itu, Bulog RI juga disebut telah mengalokasikan anggaran pembangunan enam titik gudang baru di Maluku Utara guna memperkuat stok logistik daerah.

Meski angka inflasi Maluku Utara berhasil ditekan hingga berada di bawah standar nasional, Gubernur Sherly mengakui daerahnya masih sangat bergantung pada pasokan dari luar.

“Per Mei 2026, inflasi year on year (y-on-y) kita berada di angka 2,03 persen dan year to year di angka 2,59 persen. Ini hasil kerja keras seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas harga di Maluku Utara,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyoroti sekitar 80 persen kebutuhan beras Maluku Utara masih dipasok dari luar daerah. Termasuk ayam potong dan telur.

Ia menjelaskan, untuk mengatasi persoalan tersebut, kerja sama dengan investor terus dikembangkan guna memanfaatkan kawasan peternakan seluas 5 hingga 10 hektar.

Ia menargetkan pada 2026 Maluku Utara sudah memiliki peternakan ayam petelur sendiri agar harga telur tidak lagi terpaut jauh dibandingkan wilayah Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait pemenuhan kuota stok Minyak Kita. Dari kebutuhan 600 ribu liter, saat ini baru tersedia sekitar 100 ribu liter di gudang,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *