Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos secara resmi membuka kegiatan Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 di Lapangan Desa Dodinga, Pantai Disa-Susupu, dan Desa Adat Taraudu, Kabupaten Halmahera Barat, Rabu, 17 Rabu 2026.

Festival budaya tahunan yang mengusung tema “Cultural Heritage Collaboration for Upscale Tourism” itu menjadi wadah promosi kekayaan budaya Moloku Kie Raha sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Maluku Utara.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, hadir didampingi Bupati Halmahera Barat James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhammad.

Sherly menegaskan bahwa FTJ merupakan agenda budaya strategis yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan kekayaan adat, tradisi, dan budaya Halmahera Barat ke tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi yang luas karena setiap kunjungan wisatawan turut menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat.

“Setiap kunjungan wisatawan membawa dampak perputaran ekonomi yang nyata, mulai dari sektor transportasi, tingkat hunian penginapan, kuliner, hingga peningkatan penjualan kerajinan tangan lokal,” ujar Sherly.

Ia berharap FTJ 2026 menjadi momentum untuk menampilkan keaslian dan keragaman budaya Maluku Utara secara konsisten. Selain melestarikan budaya, festival tersebut juga diyakini mampu membuka peluang pendapatan baru bagi pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.

Sherly menilai festival budaya dapat menjadi sarana efektif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk unggulan daerah dan memperluas akses pasar.

Meski demikian, ia mengingatkan penyelenggaraan festival harus didukung dengan tata kelola yang profesional agar mampu memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat.

Gubernur Sherly juga menyampaikan tiga langkah strategis. Pertama, mendorong percepatan pelepasan aset dermaga jetty kepada kementerian terkait agar pembangunan fasilitas pelabuhan penunjang pariwisata dapat didanai melalui APBN.

Kedua, memperkuat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital guna meningkatkan kualitas jaringan internet dan telekomunikasi di kawasan destinasi wisata.

Ketiga, membenahi infrastruktur fisik dan tata kelola venue wisata agar memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sherly juga mencanangkan Kampung Wallace di Desa Wisata Dodinga. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengangkat kembali nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan literasi yang terinspirasi dari perjalanan naturalis Alfred Russel Wallace di Maluku Utara pada abad ke-19.

“FTJ 2026 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan UMKM sebagai pilar pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *