Halmaheranesia – Kapolresta Tidore, Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow, S.I.K., M.H., memediasi kedua kelompok suporter yang sempat bentrok pada pertandingan antara Poram Mareku dan Perstug Kelurahan Tuguiha dalam ajang Gurabati Open Tournament (GOT), Selasa, 30 Juni 2026.

Mediasi tersebut berlangsung bersama para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta pemerintah kelurahan dari kedua belah pihak sebagai upaya menyelesaikan persoalan yang sempat memicu ketegangan antara warga Kelurahan Mareku dan Kelurahan Tuguiha.

Dalam pertemuan itu turut dibahas berbagai persoalan yang muncul pascapertandingan, termasuk aksi pemalangan jalan yang sempat terjadi di Kelurahan Tuguiha.

Kapolresta Tidore, Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow, mengatakan mediasi dilakukan untuk meredam konflik sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.”Mediasi ini kami lakukan untuk mengatasi konflik yang terjadi antara masyarakat Mareku dan Tuguiha. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan sehingga hubungan baik antarwarga tetap terjaga,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dalam proses mediasi tidak dibuat surat pernyataan maupun surat kesepakatan dari kedua belah pihak.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena kepolisian menaruh kepercayaan penuh kepada masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk menjaga komitmen perdamaian.”Kami sangat percaya kepada masyarakat Kota Tidore. Karena itu, tidak ada surat pernyataan yang dibuat. Kepercayaan ini kami kembalikan kepada masyarakat Mareku dan Tuguiha agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan,” kata Ampi.

Sementara itu, perwakilan pemuda Mareku, Saiful Abubakar, menegaskan bahwa masyarakat Mareku tidak mengajukan tuntutan yang berlebihan. Menurutnya, warga hanya menginginkan adanya itikad baik dari pihak Tuguiha sebagai bentuk penyelesaian persoalan.”Tuntutan kami hanya satu, yaitu kami berharap warga Tuguiha atau perwakilannya datang ke Mareku untuk meminta maaf kepada masyarakat Mareku. Itu yang kami harapkan agar persoalan ini selesai dengan baik dan hubungan persaudaraan antarkelurahan kembali seperti semula,” ujar Saiful.

Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Mareku, Anwar Syahdan, mengapresiasi terlaksananya mediasi tersebut dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga perdamaian yang telah terbangun. Anwar juga mengimbau para suporter Poram Mareku agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat Mareku yang menyaksikan pertandingan di Gurabati agar tidak lagi melontarkan teriakan maupun ucapan yang dapat menyinggung perasaan pihak lain, baik kepada warga Tuguiha maupun masyarakat dari kelurahan lainnya.

Sementara itu, Lurah Tuguiha, Abbas Muhammad, mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati hasil mediasi yang telah dicapai bersama.”Alhamdulillah, persoalan antara Mareku dan Tuguiha telah selesai melalui mediasi di Polresta Tidore. Tokoh adat, Sangaji, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pemerintah kelurahan telah bersama-sama menyelesaikan persoalan ini. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi melakukan tindakan yang dapat menimbulkan akibat hukum. Jika hal tersebut terjadi, maka itu menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat kedua kelurahan untuk terus memupuk rasa kekeluargaan dan menghindari komentar provokatif di media sosial yang berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).”Mari sama-sama kita jaga persaudaraan. Bagi masyarakat yang menggunakan media sosial, jangan lagi membuat komentar yang dapat memicu konflik atau melanggar aturan hukum. Torang samua basudara,” pesannya.

Abbas menambahkan bahwa kedua belah pihak telah bersepakat untuk saling bersilaturahmi dengan mengunjungi Kelurahan Mareku maupun Kelurahan Tuguiha sebagai bentuk mempererat kembali hubungan persaudaraan yang sempat terganggu akibat insiden pascapertandingan.

Melalui mediasi tersebut, seluruh pihak berharap persoalan yang muncul setelah pertandingan Gurabati Open Tournament dapat diselesaikan secara damai. Dengan demikian, hubungan harmonis antara masyarakat Mareku dan Tuguiha dapat terus terjaga, sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang aman, damai, dan kondusif di Kota Tidore Kepulauan.

Bagikan:

Julfikri Ismail

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *